209 Rabu, 22 Januari 2014 | 15:21:11

Serba-serbi Beli Properti di Cibubur

Serba-serbi Beli Properti di Cibubur

Cibubur merupakan kawasan fenomenal yang menjadi favorit tempat tinggal di Timur Jakarta. Cibubur mulai berkembang sejak 1997 silam, saat ada wacana pembangunan Ibu Kota di kawasan Jonggol. Prasarana jalan “pintu masuk” ke Jonggol ini pun dibenahi. Ujung-ujungnya, pengembangan hunian pun menjamur, terutama di sepanjang jalur alternatif Cibubur, yakni jalan Transyogi.

Perumahan yang bisa disebut sebagai pionir di Cibubur adalah Kota Wisata dan Legenda Wisata (SinarmasLand) serta Citra Gran (Grup Ciputra). Setelah perumahan-perumahan ini, Cibubur bak magnet bagi pencari rumah di suburban Jakarta yang merindukan suasana alam yang asri dan bebas banjir.

“Cibubur adalah penyangga Jakarta dan tidak jauh dari Ibu Kota. Selain itu, lokasi perumahannya juga terpusat di bilangan Jalan Trasyogi, sehingga investor dan konsumen—terutama pasangan muda—tertarik,” jelas Ferdian Arikiansyah, Direktur ERA Elite. “Berbeda dengan kawasan lain, seperti Bekasi yang lokasi perumahannya terpisah.”

Sementara itu, Mery Harun, Direktur Utama ERA Elite menampik anggapan jika kawasan Cibubur mulai jenuh.  Menurutnya, lahan Cibubur masih cukup banyak, hanya saja saat ini perkembangannya mulai bergeser dari wilayah Transyogi ke arah Cileungsi, Jonggol, dan Kranggan.

Mery menuturkan, kemacetan merupakan hal yang paling meresahkan di Cibubur, akan tetapi pemerintah berencana membangun beberapa proyek infrastruktur, seperti jalan tol outer ringroad dan monorel.

“Kita lihat, Bintaro juga pernah mengalami kemacetan seperti Cibubur. Setelah dilihat kebutuhan infrastruktur jalan meningkat, barulah diperbaiki. Cibubur juga akan mendapat giliran,” jelas Mery yang mengatakan tol JORR 2 akan menghubungkan Cibubur dengan Bekasi.

Kota Wisata, Trademark Cibubur
Sebagai pionir perumahan di Cibubur, ternyata Kota Wisata masih menjadi pilihan konsumen. Data Rumah.com selama 2013 lalu menunjukkan, 25% pencari rumah di Cibubur mencari di Kota Wisata.

“Kota Wisata menjadi perumahan paling prospektif, karena sudah menjadi trademark Cibubur,” jelas Ferdian. “Cibubur identik dengan Kota Wisata.”

Rumah paling mahal di Cibubur pun ada di Kota Wisata, yakni menyentuh angka Rp14 miliar. Sementara rumah termurah, imbuh Ferdian, bisa ditemukan di wilayah Cileungsi.

“Di sana masih ada rumah murah dengan harga seratusan juta rupiah,” paparnya.

Harga ruko, pun bervariasi tergantung lokasinya.

“Ruko termahal ada di pinggir Jalan Transyogi bisa mencapai Rp3,5 miliar,” ujar Ferdian.

Sementara itu, Mery menambahkan, harga tanah termahal di Cibubur berada di pinggir Jalan Transyogi yang berkisar Rp15 juta – Rp20 juta per meter persegi.

“Tanah seharga Rp1 juta per meter persegi masih bisa ditemukan di Cileungsi. Harga tanah di Cileungsi pun naik pesat karena pabrik-pabrik di sana hidup. Ini membuat di sana muncul banyak rumah-rumah kontrakan,” jelas Mery.

Secara umum, capital gain rumah di Cibubur, papar Mery, berkisar 10% – 15%, sementara untuk ruko berkisar 15% – 20%.

Kendati demikian, Cibubur dinilai belum layak sebagai lokasi hunian vertikal seperti apartemen.

“Apartemen kurang diminati di Cibubur. Hal ini terlihat setelah apartemen Cibubur Village dibangun, belum ada lagi apartemen baru. Jika banyak peminatnya, tentu pengembang akan membuat lagi apartemen di Cibubur,” pungkas Ferdian.

Anto Erawan
Sumber : Rumah

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita