54 Senin, 20 Januari 2014 | 11:09:06

Catat... Akan Ada Bantuan Rp 7,5 Juta Per Rumah

Catat... Akan Ada Bantuan Rp 7,5 Juta Per Rumah

Musibah banjir yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta, Karawang, Bekasi, serta banjir bandang di Manado membutuhkan reaksi cepat dari pemerintah. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz pun menyatakan siap meringankan beban para korban bencana lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Kita siap. Kita ada anggaran yang memang untuk bedah rumah, yang kita bisa masukkan ke program itu," ujar Faridz, di Jawa Timur.

Sayangnya, lanjut Faridz, program ini belum sampai ke Manado, karena Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum mengundang Kemenpera.

"Tapi, di sana kita ada program bedah rumah. Di seluruh Indonesia ada program itu. Kawasannya tersebar, terutama di desa-desa, di pinggiran yang rumahnya tidak layak huni. Bantuannya lebih besar daripada Pemda. Pemda Kabupaten juga aktif di bedah rumah, tapi anggarannya lebih kecil. Nah, kita mendampingi. Jadi, kerja sama dengan pemda," ujarnya.

Adapun bantuan akan diberikan Kemenpera untuk memperbaiki rumah itu berupa bantuan dana senilai Rp 7,5 juta setiap rumah.

"Lantainya kita cor, dindingnya kita ganti, diberikan ventilasi, atapnya juga ganti. Rakyat yang kerja, gotong royong. Kita tidak pakai pengembang," imbuhnya.

Menpera menambahkan, bahwa bantuan ini pun harus diberikan pada orang-orang yang sesuai dengan standar pemberian bantuan BSPS dari Kemenpera.

"Untuk masyarakat berpenghasilan rendah, masyarakat miskin itu yang kita bantu, kita berikan program bedah rumah supaya tidak menyimpang dari kriteria bantuan yang saya berikan," ujarnya.

Namun, Faridz kembali mengingatkan bahwa komando ada di tangan BNPB. Sepulang dari Jawa Timur, dirinya mengungkapkan akan menjadwalkan pertemuan dengan Ketua BNPB Syamsul Maarif untuk membahas hal ini.

Sementara itu, Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat Pangihutan Marpaung mengatakan bahwa pembangunan kembali rumah, khususnya bagi para korban bencana, memang sangat diperlukan. Untuk itu, program ini tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas rumah.

"Selama ini bedah rumah hanya mengganti bahan bangunan, seharusnya juga pada penataan lingkungan, termasuk bantaran kali perlu diperhatikan," ujarnya.

Editor    : Latief
Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita