35 Rabu, 15 Januari 2014 | 11:23:39

Meski Langganan Banjir, Harga Properti Tetap Tinggi

Meski Langganan Banjir, Harga Properti Tetap Tinggi

Bukan rahasia lagi bila kawasan Kelapa Gading, Sunter, Pulomas, Pluit, dan Green Garden merupakan langganan banjir. Terlebih saat musim hujan seperti sekarang. Namun, harga lahan dan properti di kawasan-kawasan ini tak pernah surut. Bahkan, semakin tinggi air menggenangi kawasan, harga properti akan kian melangit. Prinsipal Ray White Kelapa Gading, David Tjandra, mengutarakan hal tersebut.

Menurut David, harga lahan dan properti di Kelapa Gading, Pluit, dan Sunter (ketiganya di wilayah Jakarta Utara) belum pernah melorot. Kalaupun sempat tertahan laju pertumbuhannya, hanya berlangsung selama dua bulan pascabanjir.

Demikian halnya dengan Pulomas (Jakarta Timur) dan juga Green Garden (Jakarta Barat). Sebaliknya, harga terus meroket seiring dengan tingginya permintaan akan hunian dan juga ruang komersial.

"Meski langganan banjir, peminat tak pernah berkurang, khususnya terhadap lahan dan properti di Kelapa Gading. Saat ini, harga lahan sudah mencapai angka Rp 30 juta per meter persegi di area paling strategis yakni Jalan Boulevard Raya," ungkap David.

Selain di Jalan Boulevard Raya, harga setinggi itu juga berlaku di dalam perumahan Bukit Gading Villa dan Grand Orchard yang dikembangkan PT Summarecon Agung Tbk. Sementara itu, harga lahan di lokasi yang tidak strategis atau menjorok ke dalam berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per meter persegi.

Bagaimana dengan harga rumahnya? Harga aktual paling murah sudah berada pada level Rp 2 miliar untuk ukuran 6 x 17 m2 dan paling tinggi Rp 30 miliar untuk ukuran 500 m2. Harga lebih tinggi, untuk tidak disebut fantastis, dicapai ruko di kompleks The Kensington yakni Rp 38 miliar!

Tingginya harga lahan dan properti di sini, menurut David, karena kawasan Kelapa Gading merupakan kota dalam kota. Berbagai fasilitas penunjang warganya lengkap tersedia. Mulai dari fasilitas pendidikan, olahraga, sosial, hiburan, hobi, bisnis, hingga fasilitas yang bisa diakses publik secara gratis ada di sini.

"Kelapa Gading juga terbilang strategis dengan aksesibilitas memadai, bisa dijangkau melalui jalan tol dalam kota, jalan lingkar luar, dan dekat dengan pusat bisnis terpadu Jakarta," tandas David.

Beranjak ke kawasan Green Garden dan Pluit, lanjut David, harga lahan menembus angka Rp 15 juta/m2 dan Rp 20 juta/m2. Harga lebih rendah berlaku di Pulomas dan Sunter, masing-masing mencapai rerata Rp 15 juta/m2.

Padahal, pada 17-19 Januari tahun 2013 lalu banjir sempat menenggelamkan dan melumpuhkan Kelapa Gading, Pluit, Sunter, Pulomas, dan Green Garden dengan ketinggian air bervariasi mencapai 70-100 cm.

Di Kelapa Gading, Jalan Boulevard Raya depan Mal Kelapa Gading, ketinggian air pada tanggal 17 Januari 2013 lalu mencapai pinggang orang dewasa dan melumpuhkan lalu lintas di sekitarnya. Sementara di Pluit, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir mencapai setinggi dua meter akibat meluapnya Waduk Pluit.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita