164 Senin, 13 Januari 2014 | 11:25:07

Ekspatriat Pilih Jakarta Selatan Sebagai Tempat Tinggal

Ekspatriat Pilih Jakarta Selatan Sebagai Tempat Tinggal

Kalangan ekspatriat (warga asing) masih mengidolakan kawasan Jakarta Selatan sebagai lokasi tempat tinggal. Beberapa lokasi yang menjadi pilihan adalah Pondok Indah, Kebayoran Baru, Kemang, Cilandak, Cipete, Pejaten, dan Permata Hijau. Adanya serbuan ekspatriat dan keterbatasan lahan di Jakarta Selatan membuat harga sewa terus naik. Dalam catatan konsultan properti Colliers Internasional Indonesia, kenaikan harga sewa cukup signifikan.

"Karena hunian buat ekspatriat di Jakarta Selatan terbatas, harga sewa terus naik sampai 40%," kata Associate Director Colliers Internasional Ferry Salanto, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Ferry, para ekspatriat mencari rumah sewa di kawasan Jakarta Selatan karena lebih dekat dengan sekolah internasional.

"Ekspatriat itu maunya cari rumah sewa yang dekat dengan sekolah internasional. Jadi mau tidak mau mereka mencari di wilayah selatan yang memang lokasinya strategis," kata dia.

Tingginya kebutuhan para ekspatriat ini membuat para pengembang menaikkan harga sewa. Selain itu, saat ini, kenaikan sewa juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang terus menurun dari dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, Division Manager Residential Tenant Representation Colliers Internatinal Gene Sugandy mengatakan, ketersedian rumah sewa untuk kalangan ekspatriat masih sangat terbatas, kalau pun ada harganya sangat mahal. Bahkan, kata dia, pada 2013 masih sedikit rumah sewa untuk orang asing dan diperkirakan tahun ini masih sama.

"Pada kuartal satu ini, kami perkirakan masih kekurangan pasokan. Selain itu, persediaan tanah di selatan terbatas," ujar dia.

Ekspatriat yang sering menggunakan rumah sewa berasal dari perusahaan-perusahaan besar, seperti minyak dan gas, keuangan dan perbankan, serta perusahaan asuransi.

Rata-rata harga rumah sewa permeter persegi untuk ekspatriat di kawasan Kebayoran Baru mencapai US$ 5.000 - 15.000, sedangkan di Kemang dan Cilandak berkisar US$ 3.000-7.000. (ID/imm)

Sumber : Investor Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita