192 Selasa, 07 Januari 2014 | 09:43:07

'Orchard Road' Jakarta Harus Bebas Kendaraan

'Orchard Road' Jakarta Harus Bebas Kendaraan

Sabuk wisata dan belanja internasional di koridor Satrio, Jakarta Selatan, atau Satrio International Shopping and Tourism Belt, harus bebas kendaraan. Terutama di bagian bawah Jalan Layang Non Tol (JLNT) yang bersentuhan langsung dengan fasilitas-fasilitas pusat belanja, perkantoran, hotel dan properti komersial lainnya. Usul koridor Satrio bebas kendaraan (car free zone) ini dikemukakan pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, Senin (6/1/2014).

Menurut Yayat, zona bebas kendaraan dapat mengakomodasi semaksimal mungkin jumlah pengunjung untuk datang dan berbelanja di koridor ini.

"Pengunjung dapat memarkir kendaraannya di gedung parkir yang dibangun khusus oleh pengembang yang terlibat dalam pembangunan Satrio International Shopping and Tourism Belt atau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," papar Yayat.

Lebih lanjut Yayat mengatakan, guna mendukung zona wisata dan belanja ini sebagai car free zone, harus dikembangkan ruang parkir memadai (park and ride) dengan kapasitas sekian ribu kendaraan. Selain itu, sarana dan prasarana penunjang lainnya seperti jalur pedestrian yang memadai, nyaman, aman, dan bersih serta ruang terbuka hijau yang dilengkapi tempat duduk wajib disediakan.

"Hal ini sangat penting untuk menstimulasi minat para pengunjung menggunakan kendaraan umum, katakanlah Trans Jakarta dan berhenti di halte Karet, untuk kemudian berjalan kaki menuju ITC Kuningan, Mal Ambassador, Kuningan City atau Ciputra World Jakarta," kata Yayat.

Kondisi seperti itulah, imbuh Yayat, yang membuat orang Indonesia betah dan berkunjung berkali-kali ke Orchard Road Singapura. Oleh karenanya, Jakarta harus lebih menggiatkan konsep pengembangan transit oriented development (TOD), terutama di koridor Satrio ini. TOD merupakan konsep pembangunan di daerah-daerah ekonomi strategis berbasis angkutan massal seperti stasiun kereta listrik atau stasiun mass rapid transportation (MRT).

"TOD bisa dibangun di tengah-tengah koridor, bisa juga di masing-masing ujung koridor. Begitu pengguna tranportasi publik turun, mereka hanya perlu berjalan kaki menuju tempat aktivitasnya masing-masing," ucap Yayat.

Selain bebas kendaraan, Yayat juga mengusulkan kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta dan pengembang yang menggarap wilayah ini untuk bekerjasama. Mereka harus duduk bersama membentuk sebuah Badan Otorita Zona Wisata Internasional yang bertanggung jawab atas penataan kawasan, transportasi kawasan, keamanan, kenyamanan, kebersihan dan bahkan promosi serta publikasi kawasan di dunia internasional.

Jika kontestasinya adalah sabuk wisata dan belanja internasional, maka konteks pelayanan berkualitas dari berbagai segi itulah yang harus dikedepankan. Terlebih saat ini sudah beroperasi sejumlah pusat belanja berbagai kelas seperti ITC Kuningan yang dikembangkan Sinarmas Land Group, Mal Ambassador (Sinarmas Land Group), Kuningan City (PT Agung Podomoro Land Tbk), dan Lotte Shopping Avenue @ Ciputra World Jakarta (PT Ciputra Property Tbk).

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita