161 Senin, 06 Januari 2014 | 11:45:15

Kemenpera Targetkan Renovasi 400 Pesantren

Kemenpera Targetkan Renovasi 400 Pesantren

Berkembangnya pondok pesantren sebagai salah satu sarana pendidikan nonformal di Indonesia membuat jumlahnya tumbuh pesat. Saat ini saja, menurut data dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), jumlah pondok pesantren yang ada di seluruh Indonesia tercatat mencapai 27 ribu. Namun masih banyak di antaranya ponpes tersebut yang masih kurang layak huni.

Dilansir dari situs resmi Kemenpera, Senin (6/1/2013) tahun 2014 pemerintah berencana menaikkan anggaran untuk perbaikan pondok pesantren menjadi Rp4,6 triliun. Dengan anggaran tersebut Kemenpera menargetkan dapat merenovasi 400 pesantren di seluruh Indonesia.

"Sejak 2012, anggaran bantuan pembangunan pondok pesantren berupa Rusunawa yang semula hanya cukup untuk 8 ponpes, melesat menjadi 300 pembangunan Rusunawa pesantren. Yang semula anggarannya hanya Rp900 miliar di 2011, di 2014 mencapai Rp4,6 triliun rupiah. Insya Allah di 2014 bertambah menjadi 400 pesantren," kata Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz.

Menurut Djan, saat ini kondisi pesantren yang ada di Indonesia sangat memprihatinkan. Bahkan dia pernah menemui pesantren yang kamar tidurnya sempit, berukuran 3x4 meter persegi dan harus diisi 20 santri. Nantinya, Djan ingin membangun pondok pesantren pondokannya berupa Rusunawa. Agar kualitas pendidikannya tak kalah saing dengan pendidikan non formal.

Pendidikan pesantren sudah sejak lama ada di Indonesia. Minimnya anggaran untuk perbaikan pondok pesantren ini membuat pembangunannya menjadi terhambat. Rencananya, untuk Kabupaten Sampang sendiri, Kemenpera menganggarkan membangun tujuh rusunawa yang berbentuk twin blok pada 2014 dengan anggaran sebesar Rp600 miliar. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita