127 Jum'at, 27 Desember 2013 | 16:45:45

2014, Pemerintah Bangun 25 Menara Kembar Rusunawa

2014, Pemerintah Bangun 25 Menara Kembar Rusunawa

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum bakal membangun 25 menara kembar (twin block) rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di berbagai daerah di Tanah Air, pada 2014.

“Target rusun untuk Kementerian PU tahun depan adalah 25 menara kembar,” kata Dirjen Cipta Karya Kementerian PU Imam S Ernawi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, pekan lalu.

Imam memberi contoh, pada akhir Desember 2013 akan mulai dibangun dua menara kembar Rusunawa, dengan masing-masing menara memiliki ketinggian hingga 16 lantai. Rencananya, ujar dia, rusunawa tersebut dibangun di Jatinegara Barat, Jakarta Timur, dan diperuntukkan bagi warga yang berada di kawasan kumuh bantaran kali Ciliwung.

“Rusunawa tersebut ditargetkan dimulai pembangunannya akhir Desember 2013. Anggarannya Rp 80 miliar per menara kembar,” kata dia.

Dia memaparkan, sejak 2003 sampai 2013 telah dibangun sebanyak 305 menara kembar atau sejumlah 26.961 unit.

Sebagaimana diberitakan, Kementerian Perumahan Rakyat menyiapkan aturan larangan pengalihan rumah susun bersubsidi agar kepemilikan rusun bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak dijadikan ajang spekulasi investasi sektor perumahan.

“UU sudah mengatur dan melarang pengalihan rusun yang dimiliki atas fasilitas subsidi dari pemerintah,” kata Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo.

Sri Hartoyo menjelaskan, UU yang dimaksud adalah UU No 1 Tahun 2011 tentang Kawasan Permukiman dan UU No 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun. Saat ini, ujar dia, Kemenpera sedang menyiapkan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat yang mengatur tentang larangan tersebut.

Sri mengemukakan, bila hal itu terjadi maka akan ada pembatalan pemilikan rusun dan nantinya akan dibentuk sebuah Badan yang akan mengalihkan rusun tersebut kepada masyarakat yang berhak menerima. Sedangkan untuk menghindari agar peruntukan tidak tepat sasaran, pemerintah berusaha untuk menjadikan rumah sederhana tidak menarik bagi masyarakat menengah ke atas untuk dijadikan sarana investasi. (pam/ID)

Sumber : Investor Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita