97 Rabu, 25 Desember 2013 | 13:28:13

Aturan Properti Baru BI Sepanjang 2013

Aturan Properti Baru BI Sepanjang 2013

Sepanjang 2013, Bank Indonesia (BI) telah menetapkan aturan terkait dengan pengetatan kebijakan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) atau Loan to Value (LTV). Setidaknya ada tujuh aturan yang ditetapkan oleh BI, seperti dikutip dari situs resmi BI.

1. Loan to Value (LTV)/Financing to Value (FTV), berlaku untuk:
- Kredit/Pembiayaan Pemilikan Properti (KPP/KPP iB), meliputi KPR/KPR iB, KPRS/KPRS iB, KPRukan/KPRukan iB, dan KPRuko/KPRuko iB; dan
- Kredit/Pembiayaan Konsumsi Beragun Properti (KKBP/KKBP iB).

2. Pengaturan mengenai LTV atau FTV dikecualikan terhadap KPP atau KPP iB dalam rangka pelaksanaan Program Perumahan Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. LTV dan FTV ditetapkan paling tinggi

4. Penentuan urutan fasilitas kredit/pembiayaan dalam perhitungan LTV/FTV harus memperhitungkan seluruh fasilitas KPP/KPP iB dan KKBP/KKBP iB yang telah diterima debitur/nasabah di bank yang sama maupun bank lainnya.

5. Dalam hal perjanjian KPP/KPP iB antara Bank dan debitur/nasabah mengikat lebih dari satu unit properti pada saat bersamaan dan atau beberapa perjanjian KPP/KPP iB terhadap beberapa properti  atau yang dilakukan pada tanggal yang sama, bank wajib menetapkan urutan fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan urutan nilai agunan dimulai dari nilai agunan yang paling rendah.

6. Pengaturan atas hal-hal yang harus dipenuhi bank dalam rangka melaksanakan pengaturan LTV/FTV, antara lain persyaratan dokumen, perlakuan debitur suami dan istri, dan penerapan prinsip kehati-hatian berupa pengaturan top up kredit atau pembiayaan baru berdasarkan properti yang masih menjadi agunan dari fasilitas KPP iB sebelumnya.

7. Penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemberian fasilitas KPP/KPP iB jika properti yang dijadikan agunan belum tersedia secara utuh di mana fasilitas tersebut hanya dapat diberikan untuk fasilitas KPP/KPP iB pertama dan harus memenuhi persyaratan lainnya dalam rangka prinsip kehati-hatian.

Pasar Apartemen
Pasar apartemen masih terus berkembang. Pengembang besar masih berlomba-lomba bangun apartemen baik sewa maupun strata tittle. Sebut saja PT Agung Podomoro Tbk (APLN), PT Adhi Karya Tbk (ADHI) serta perusahaan lainnya.

PT Adhi Persada Properti, anak usaha PT Adhi karya Tbk (ADHI), menyasar mahasiswa untuk proyek-proyeknya. Setidaknya ada empat proyek apartemen yang sedang dikerjakan.

"Pada 2014 kita ada pengembangan beberapa proyek apartemen yang bernama Grand Taman Melati di Depok, Jatinangor, Dinoyo dan Mulyorejo," kata Direktur II PT Adhi Persada Properti, M Aprindy.

Sementara itu, APLN mengklaim jika market share apartemen di seluruh Indonesia mencapai 50 persen.

Landmark
Selanjutnya, jika mengulas tentang perkembangan properti, banyak proyek besar yang rencananya mulai ground breaking tahun ini. Salah satunya adalah Pertamina Tower milik perusahaan BUMN, Pertamina.

Pada 9 Desember, PT Pertamina (Persero) memulai konstruksi proyek gedung Pertamina Energy Tower. Gedung ini berlokasi di kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Gedung ini didirikan di lahan seluas 7 hektare, dengan tinggi 555 meter,dan terdiri atas 99 lantai," kata Direktur Umum Pertamina Budi Luhut Djatmiko.

Gedung ini dibangun dengan konsep convention hall, energy plan, dan city walk. Nantinya pembangunan gedung ini akan dibagi dalam beberapa tahap. Gedung ini dijadwalkan selesai pada 2020.

Lalu bagaimana dengan gedung yang kabarnya jadi pesaing Pertamina Tower yaitu Signature Tower? Bangunan pencakar langit ini hingga kini belum memulai konstruksi. Padahal, rencana awal, Maret 2013 Signature Tower milik Tomy Winata mulai konstruksi.

Kabar terakhir menyebut, Artha Graha memastikan akan memulai konstruksi Signature Tower di CBD Sudirman, pada pertengahan 2014 mendatang. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita