233 Kamis, 19 Desember 2013 | 19:53:55

Inilah Pendatang Baru Unik di Langit Jakarta...

Inilah Pendatang Baru Unik di Langit Jakarta...

Salah satu biro arsitek ternama di dunia, Kohn Pedersen Fox (KPF) baru saja menyelesaikan desain menara perkantoran di Jakarta, The Sequis Centre Tower, tepatnya di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan. Seperti apa konsep menara perkantoran ini di langit Jakarta, kelak?

The Sequis Centre Tower akan menjadi menara pertama bangunan platinum LEED di Indonesia. Berdekatan dengan kompleks olahraga Gelora Bung Karno, desain menara perkantoran ini akan menjadi reinterpretasi dari menara kantor khas Kota Jakarta, yaitu sebagai respon terhadap bangunan kantor konvensional berbentuk bujursangkar.

Menara perkantoran ini terdiri dari beberapa sinergi yang melengkapi satu sama lain, antara kebutuhan masyarakat sekitar, termasuk ruang kantor, zona eksekutif, perdagangan, butik ritel, restoran, pusat konferensi, fasilitas kesehatan, dan parkir bawah tanah. Direktur KPF Jeffrey Kenoff mengatakan, The Sequis Centre Tower merupakan rekomposisi sebuah menara yang dibuat dalam empat paket lanskap.

"Volume bangunan perkantoran ini akan menghasilkan jenis kantor unik dalam rangka meningkatkan kehadiran gedung vertikal di Jakarta," ujar Kenoff.

Pada bagian atas menara, The Sequis Centre Tower memiliki kebun hijau yang menghadap kota, sementara podium gedung ini terbentang untuk mendukung lantai kantor yang lebih besar dan meningkatkan lalu lintas pejalan kaki di area luar perkantoran.

Berbeda dengan standar perkantoran CBD Jakarta, yang lalu lintas dan area parkirnya mengatur konektivitas pejalan kaki, infrastruktur dan lalu lintas kendaraan di sini "disembunyikan" di bawah perkantoran. Konfigurasi ini membebaskan bidang tanah untuk dimaksimalkan sebagai kawasan hijau. Sementara sirkulasi untuk para pejalan kaki dibuat berdekatan atau dihubungkan dengan taman sehingga terasa nyaman dan sejuk.

"Ini tantangan yang signifikan untuk sebuah gedung perkantoran di Jakarta. Kantilever di atas jalur pejalan kaki membentuk ruang publik yang terlindung dari tingginya intensitas sinar matahari dan hujan musiman," tambah Kenoff.

Terakhir, atap dek juga dibuat terhubung ke ruang publik dan membentuk sebuah taman vertikal. Sementara sirip gedung dibuat gradasi dengan panel tersusun di dinding tirai menara yang dioptimalkan pada setiap sisi fasad untuk mengimbangi tingkat radiasi sinar matahari. Untuk lanskap hijau, KPF menggunakan vegetasi asli yang memanfaatkan air hujan.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita