50 Jum'at, 06 Desember 2013 | 09:33:53

Perlindungan Konsumen di RI Sangat Lemah

Perlindungan Konsumen di RI Sangat Lemah

Bos properti Australia berdarah Indonesia sang pemilik Crown Group, Iwan Sunito menanggapi perkembangan bisnis properti di Indonesia. Menurutnya, perkembangan pasar properti di Indonesia cukup besar namun tidak dibarengi dengan kualitas perlindungan terhadap konsumen. Iwan mengatakan, perlindungan terhadap konsumen properti di Indonesia masih sangat lemah misalnya soal sistem transaksi properti. Hal berbeda dengan di Australia yang cukup ketat dalam melindungi konsumen, antara lain saja soal uang muka.

"Proses proteksi (perlindungan) untuk konsumen di Australia ketat banget di Indonesia lemah banget soalnya orang sudah bayar DP, gedung belum dibangun, kalau di Australia nggak bisa begitu," katanya.

Selain itu, pengembang properti di Australia memberikan bangunan yang dipesan berdasarkan gambar yang ditawarkan. Pengembang juga harus punya dana yang cukup untuk mengembangkan bisnisnya.

"Di Australia hasil dan yang dijanjikan sama atau malah lebih bagus. Pengembang harus punya cash flow yang cukup, kalau dana cash nya nggak cukup itu bahaya untuk properti apalagi proyek jangka panjang," ucap Iwan.

Hal lain, yang menjadi perhatian Iwan soal harga properti di Indonesia kenaikannya sudah sangat tak wajar, perlu ada kontrol yang baik.

"Saya pikir menurut saya karena ada pemilu dan karena harga naiknya sudah nggak karuan, menurut saya itu cukup sehat untuk harga dikontrol. Prediksi saya harga properti akan melemah di tahun depan untuk Indonesia karena ketidakpastian karena pemilu dan makin melemahnya rupiah orang akan mengerem untuk investasi lebih besar," jelasnya.

Iwan menambahkan, adanya kebijakan Loan To Value (LTV) atau ketentuan batas minimal uang muka yang diterapkan Bank Indonesia (BI) juga cukup untuk bisa mengerem spekulasi harga di pasar properti.

"Kredit KPR makin diperketat dan itu bagus sekali untuk memastikan bahwa harga kenaikan sudah terlalu tinggi karena yang saya lihat terakhir kenaikannya ngawur banget," pungkasnya. (drk/hen)

Sumber : Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita