108 Selasa, 03 Desember 2013 | 16:21:25

BI Kritik Iklan \'Setiap Minggu Harga akan Naik\'

BI Kritik Iklan \'Setiap Minggu Harga akan Naik\'

Bank Indonesia (BI) menilai iklan-iklan pemasaran properti yang menunjukkan dalam seminggu atau sebulan harga naik dianggap sudah berlebihan dan tak benar. Sehingga kenaikan harga properti sudah tidak wajar, bahkan mengarah bubble.

Bagaimana sebenarnya kondisi pasar properti di Indonesia versi BI?

"Pertumbuhan daripada properti sudah lebih tinggi dari total kredit perbankan secara agregat. Lebih cepat," kata Asisten Gubernur Bank Indonesia Mulya Siregar saat ditemui di sela seminar OJK bertajuk International Financial Literacy, di Hotel Grand Nikko, Selasa (3/12/2013).

Menurutnya pertumbuhan indeks harga properti nasional itu lebih cepat dari GDP per kapita. "Kalau didiamkan harga properti ini semakin mahal. Kemudian mengarah ke bubble atau gelembung," kata dia.

Sehingga rakyat kecil makin tak bisa menjangkau harga rumah atau hunian yang terus naik. Oleh sebab itu, BI telah mengeluarkan kebijakan untuk mengerem kredit maupun pembiayaan khusus di sektor properti.

"Dengan menaikkan suku bunga itu mau tak mau mengerem permintaan. Itu mengatur lebih lanjut juga dengan membatasi KPR inden dan mengatur LTV (loan to value)," katanya.

"Semua orang kaya itu yang beli properti pakai KPR dengan luas rumah di atas 70 m2. Maka dengan aturan-aturan ini akan merangsang orang tidak fokus ke 70 m2 tapi ke bawah," imbuhnya.

Mulya mengatakan sampai saat ini industri properti dinilai masih aman karena aturan-aturan BI tersebut.

"Masih aman properti, belum bubble. Tapi kalau didiamkan begitu terus yakni pertumbuhan lebih cepat dan harga itu lebih tinggi dari GDP per kapita maka bisa bubble," tuturnya.

Dijelaskan Mulya, bubble bisa terjadi jika pertumbuhan harga tidak sesuai dengan pertumbuhan biaya produksinya.

"Itu iklan nggak bener, masa setiap minggu bilang harga akan naik, itu kaya gitu bikin repot," tegas Mulya (dru/hen)

Sumber : Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita