23 Selasa, 03 Desember 2013 | 15:47:41

Dollar Perkasa, Pengembang Jual Properti \"Paket Hemat\"

Dollar Perkasa, Pengembang Jual Properti \

Gejolak ekonomi yang ditandai terjun bebasnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menjadi Rp 11.870 per 3 Desember 2013 disikapi para pengembang dengan mengubah orientasi bisnis dan merampingkan "struktur" produksinya. Menurut Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy, sikap tersebut terpaksa diambil guna mempertahankan bisnis properti agar terus bergulir dan tidak berhenti berproduksi.

"Perubahan orientasi bisnis tersebut dimaknai sebagai perubahan kelas sasaran. Dari sebelumnya menyasar konsumen menengah atas menjadi menengah-menengah atau menengah-bawah. Sementara struktur produksi, kami lebih realistis dengan membangun properti yang sesuai  kebutuhan pasar," jelas Eddy.

Presiden Komisaris PT Grahabuana Cikarang yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Tanto Kurniawan, mengatakan, kondisi aktual memang mengharuskan pengembang untuk lebih kreatif dan inovatif. Baik dalam hal mencari alternatif pendanaan, spesifikasi pasar sasaran, kelas produk, maupun target.

"Terutama dalam hal pendanaan. Pengembang tidak harus mengandalkan pinjaman pihak ketiga, karena dana pihak ketiga lebih mahal dengan adanya kenaikan suku bunga BI Rate. Untuk orientasi bisnis, kami sekarang fokus mengembangkan pasar menengah-menengah, dan menengah-bawah karena market ini paling gemuk," ujar Tanto.

Ditambahkannya, strategi harga (pricing) juga dapat dirancang seefisien mungkin. Hal ini karena konsumen tidak bisa dibebani biaya konstruksi yang meningkat akibat harga material dan suku bunga pinjaman konstruksi yang juga melonjak.

"Kami sudah menerapkan perubahan orientasi dengan menyasar segmen menengah-menengah. Bahkan ketika rupiah merosot pertama kalinya sejak akhir tahun lalu. Karena kami memandang, ekonomi sedang mengalami down trend, jadi harus diantisipasi sesegera mungkin," tandas Tanto.

Jadi, mudah dimafhumi bila beberapa waktu terakhir, Jababeka merilis produk yang disebut Tanto sebagai paket hemat. Produk tersebut berupa properti multifungsi (multipurpose product) 2 lantai berdimensi 5 x 11 meter untuk luas tanah, dan 5 x 6 x 2 untuk luas bangunan. Harga jual dipatok senilai Rp 600 juta.

Multipurpose product ini merupakan bentuk ringkas dari ruko atau rukan yang sebelumnya 3 lantai menjadi hanya 2 lantai.

Selain itu, mereka juga membangun lebih banyak lagi properti untuk kalangan menengah-menengah dengan harga jual mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

"Kami lebih realistis. Secara unit, kami dapat menjual lebih banyak jumlah properti tanpa mengoreksi volume transaksi atau pendapatan penjualan," tandas Tanto.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita