42 Rabu, 27 November 2013 | 12:14:29

Kenaikan Harga Tanah Perburuk Sektor Perumahan

Kenaikan Harga Tanah Perburuk Sektor Perumahan

Indonesia Property Watch (IPW) menyatakan kenaikan harga tanah yang terus melesat pada saat ini terutama di kawasan Jabodetabek dinilai akan memperburuk sektor perumahan nasional.

"Kenaikan harga tanah yang tidak terkontrol mengakibatkan harga rumah ikut terdongrak," kata Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Ali Tranghanda, hal tersebut berpotensi memperburuk sistem perumahan nasional sehingga bisa membuat segmen menengah ke bawah terancam tidak dapat memiliki rumah khususnya di Jabodetabek.

Hal itu, ujar dia, diperkirakan akan membuat "backlog" (kekurangan) perumahan akan naik dua kali lipat sehingga angka "backlog" diprediksi dapat mencapai 21,7 juta unit rumah pada 2013.

Selain itu, lanjutnya, program subsidi pemerintah yang berfokus kepada kaum MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) tidak membuahkan hasil yang optimal.

Ia menuturkan, kaum menengah setingkat manajer dengan gaji antara Rp2 juta hingga Rp7 juta per bulan akan sulit mempunyai rumah di wilayah Jabodetabek.

"Kalaupun ada maka mereka harus memperhitungkan biaya transportasi setiap harinya untuk bekerja di Jakarta sebagai kaum komuter," katanya.

Hal tersebut karena lokasi rumah mempunyai jarak tempuh yang jauh dari tempat mereka bekerja di Jakarta.

Yang terjadi kemudian, menurut dia, adalah mereka tidak menempati rumah yang ada dan dibiarkan kosong dan kembali menyewa hunian di Jakarta.

"Dengan demikian maka uang cicilan akan tergerus dengan biaya kos/sewa rumah di Jakarta," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan menginginkan pengembang menggalakkan pembangunan perumahan di dekat stasiun kereta api, antara lain guna mengurangi beban biaya transportasi yang ditanggung pekerja.

"Perumahan di sekitar stasiun mutlak dibutuhkan agar gaji pegawai tidak habis untuk beban biaya transportasi," kata Dahlan Iskan dalam Musyawarah Nasional Real Estat Indonesia 2013 di Jakarta, Senin (25/11).

Menurut dia, dengan perumahan yang dibangun jauh dengan stasiun akan membuat pegawai menghabiskan biaya yang lebih besar karena perlunya mengeluarkan ongkos, misalnya, untuk membayar ojek dari rumah ke stasiun.(*/hrb)

Sumber : Investor Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita