153 Senin, 25 November 2013 | 09:56:31

Rumah Murah Jarang Dibangun, REI: Kami Bukan Dinas Sosial

Rumah Murah Jarang Dibangun, REI: Kami Bukan Dinas Sosial

Pengembang lebih tertarik membangun apartemen dan perumahan kelas menengah atas daripada menengah bawah di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Apa alasannya?

Pengembang beralasan tidak bisa dipaksa membangun hunian murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) karena bukan dinas sosial.

Mewakili pengembangan perumahan dan apartemen, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso menjelaskan pengembang properti bukan dinas sosial yang berbisnis untuk merugi. Pengembang juga harus mencari keuntungan alias laba sebesar-besarnya.

"Pengembang bukan dinas sosial. Selama dapat untung dan bisa bayar gaji karyawan okelah," ucap Setyo di sela peluncuran Apartemen Pejaten Park Residence di Jakarta Selatan, Sabtu (23/11/2013).

Setyo menjelaskan persoalan membangun properti murah bagi masyarakat kelas bawah di DKI dan sekitarnya adalah lahan. Harga lahan yang terus naik sangat membebani pengembang.

"Kalau membangun menengah ke bawah. Dari sisi pengembang kita harus berkelanjutan membangun. Harga tanah sangat berpengaruh," jelasnya.

Proyek properti rumah sangat dimungkinkan kalau pemerintah bertugas menyediakan lahan. Hal ini menurutnya bisa mendorong pengembang bersedia menyediakan properti murah bagi masyarakat kelas bawah.

"Mungkin selama pemerintah bertugas sebagai land bank. Misal Pemprov DKI menyediakan lahan," tegasnya.
(feb/ang)

Sumber : Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita