247 Jum'at, 22 November 2013 | 10:12:10

Penerimaan Pajak Properti Meningkat 32%

Penerimaan Pajak Properti Meningkat 32%

Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Fuad Rachmany mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan pajak properti yang telah dilakukan oleh Ditjen Pajak selama 9 bulan, penerimaan pajak properti meningkat 32%, jika dibandingkan tahun lalu.

Fuad mengatakan, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, sektor properti juga mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan, potensi inilah yang tidak akan disia siakan Ditjen Pajak. Menurutnya pemeriksaan pajak properti sudah berjalan selama 9 bulan, diperkirakan penerimaan pajak dari sektor properti akan terus mengalami kenaikan karena masih ada sisa waktu 2 bulan sebelum akhir tahun.

"Ini mungkin pengaruh pemberitaan juga, media selalu memberitakan pajak properti akan menjadi incaran Ditjen Pajak, buktinya penerimaan pajak ini terus meningkat," ujar dia ketika ditemui dalam acara " Seminar Nasional Perpajakan Tentang Penguatan Politik Perpajakan" di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta,Kamis (21/11).

Sejumlah pemain pemain besar di bidang properti, kata Fuad, tidak terlepas dari incaran Ditjen Pajak. Hal itu dikarenakan, nilai pajak dari pemain pemain besar di bidang properti cukup besar dalam menggenjot penerimaan pajak.

Namun, lanjut dia, kendala yang masih ditemukan Ditjen Pajak adalah pihaknya belum bisa menjangkau pelaku properti kelas menengah seperti pelaku yang membangun kondominium dengan 20 kamar karena kebanyakan dari mereka belum mempunyai sistem pembukuan yang memenuhi standarisasi perpajakan.

"Kami sendiri optimistis sektor properti cukup besar meningkatkan penerimaan pajak," ujar dia.

Fuad menjelaskan, selain tetap melakukan pemeriksaan pajak properti, Ditjen Pajak juga fokus dalam memeriksa pajak e-commerce meskipun belum 100%. Adapun kendala dalam pajak e-commerce adalah transaksi perdagangannya dilakukan melalui dunia maya sehingga Ditjen Pajak mengalami kesulitan dalam melacak wajib pajaknya karena hanya bisa dilihat dari website.

"Ditjen Pajak akan terus mempelajari dan meningkatkan kemampuan khususnya di bidang teknologi untuk menjangkau pajak e-commerce karena potensi dari pajak ini cukup besar," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak Chandra Budi mengatakan memang penerimaan pajak sektor properti meningkat pada tahun ini.

Menurutnya, realisasi pajak properti pada 2012 hanya mencapai Rp 9 triliun, dari hasil pemeriksaan pajak properti yang dilakukan Ditjen Pajak selama 9 bulan, penerimaan pajak properti meningkat 32%.

"Jika penerimaan pajak ini meningkat 32% maka realisasi penerimaan pajak properti pada tahun 2013 diproyeksikan mencapai Rp 12 triliun," tambah Chandra.

Sumber : Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita