171 Kamis, 14 November 2013 | 17:27:53

Pembangunan Perumahan di Eks Persawahan Rugikan Petani

Pembangunan Perumahan di Eks Persawahan Rugikan Petani

Menjamurnya pembangunan perumahan baru di wilayah Karanganyar, berimbas pada pasokan air tanah bagi petani di wilayah tersebut. Pasalnya para penghuni perumahan tersebut juga menggunakan air tanah untuk konsumsi harian walau sepenarnya juga ada air PAM. Namun kebanyakan warga perumahan juga menggunakan air tanah untuk berjaga-jaga bila sewaktu-waktu air dari PAM mati. Hal itu membuat  pasokan air bagi pertanian menjadi berkurang.

Salah satu buktinya, di daerah Papahan Karanganyar banyak di bangun perumahan baru di bekas area persawahan. Lokasi tersebut adalah areal persawahan yang luas. Namun kini beralih fungsi menjadi perumahan modern. Bahkan lahan pertanian saat ini semakin berkurang jauh.

"Yang paling terasa kalau musim kemarau untuk mendapat air bagi sawah sulit harus berebut dengan warga perumahan," ungkap Sardi Kamis (14/11/2013) di Jaten Karanganyar.

Meski sudah ada irigasi namun tetap saja berkurang. Selain untuk lahan perumahan, banyaknya pabrik di sekitar area persawahan juga menjadi salah satu penyebab berkurangnya pasokan air tanah bagi petani.

"Untuk mengaliri sawah, saya harus harus mengambil air dari sumur pantek yang  dibor dengan kedalaman maksimal 15 meter air juga susah keluarnya. Padahal dulu hanya kedalaman 5-7 meter air sudah keluar," jelasnya.

Walau Karanganyar banyak memiliki sumber mata air yang berasa dari  Gunung Lawu namun tetap saja petani kesulitan air karena di sedot oleh banyak perumahan baru yang berdiri dan juga pabrik industri besar di sekitarnya. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita