79 Kamis, 14 November 2013 | 09:13:10

Pengembang Bikin Rumah Mewah Gampang, Rumah Murah Malah Sulit

Pengembang Bikin Rumah Mewah Gampang, Rumah Murah Malah Sulit

Pemerintah mengakui saat ini masih banyak pengembang-pengembang nakal khususnya dalam melakukan tugas membangun rumah bersubsidi. Banyak pengembang lebih memilih membangun rumah mewah ketimbang rumah murah bersubsidi. Menteri Perumahan rakyat Djan Faridz mengatakan, pengembang nakal yang dimaksud adalah pengembang yang tidak menjalankan ketentuan pemerintah untuk membangun rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Pemerintah memberikan ketentuan kepada pengembang untuk membangun rumah dengan sistem 1-2-3 atau hunian berimbang. Artinya, pengembang berkewajiban untuk membangun 3 rumah murah dan 2 rumah menengah saat mereka membangun 1 rumah mewah. Namun di lapangan, penerapannya belum sesuai harapan.

"Pengembang semua nakal, dia tidak melaksanakan kewajibannya. Buat rumah murah cari tanah susah, buat rumah mewah cari tanah gampang. Sampai sekarang belum efektif," kata Djan.

Dikatakannya, pengembang mendapatkan untung yang lebih banyak saat membangun rumah mewah, ketimbang rumah murah atau rumah menengah. Djan mengaku telah membentuk tim yang dianggotai oleh beberapa konsultan hukum untuk mengawasi dan melakukan investigassi kepada pengembang yang tidak melakukan kewajibannya tersebut.

"Kalau yang belum memenuhi kita berikan peringatan, peringatan 1, 2,3 bisa sampai dengan dilanjutkan dengan proses hukum. Selain dicabut izin usaha, ya bisa dituntut. UU kan ada sanksi hukum. Nanti ada laporan, nanti kita kasih lihat. KIta lagi buat pilot project di Jabodetabek, nanti kita umumkan, ini loh pengembangnya," paparnya.

Namun Djan kecurangan pengembang hanya sebatas kasus itu ssaja. Untuk kasus dugaan korupsi dana Prasarana dan Sarana Umum yang disebut oengamat dipermainkan oleh pengembang Djan membantahnya. Malah menurut Djan, dengan adanya PSU, pembangunan perumahan menjadi lebih lengkap. Pengembang merasa terbantu.

"Kita awasi. Mereka melaksanakan sendiri, jadi mereka rugi kalau mencuri. Mereka hasilnya lebih bagus, karena mereka laksanakan sendiri. Dulu kan kita pakai pemborong, itu ada untung ada potongan segala macam. Kalau sekarang kan tidak ada potongan, hasilnya malah jadi lebar. Kita syaratkan 4 meter mereka bikinnya lebih lebar. Pengembang nggak ngambil untung dari PSU. Justru karena PSU dibantu, mereka berterimakasih sekali," jelas Djan. (zul/ang)

Sumber : Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita