150 Selasa, 12 November 2013 | 10:46:18

Harga Tanah Mahal, Tangerang Tak Cocok Bagi Rumah MBR

Harga Tanah Mahal, Tangerang Tak Cocok Bagi Rumah MBR

Sekarang ini, wilayah Tangerang, Banten, dinilai kalangan pengembang yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) DPD Banten, sudah tidak cocok untuk pembangunan perumahan sederhana bagi masyarakat berpenghasilan rendah, atau MBR. Sebab, harga lahan di kawasan ini sudah di atas batas kewajaran.

Menurut Vidi Surfiadi, Ketua Umum Apersi DPD Banten, harga tanah di kawasan Kota Tangerang dan Tangerang Selatan sudah tidak wajar. Oleh karenanya, sebagian besar anggota Apersi sulit membangun hunian murah dan bersubsidi di kawasan tersebut.

"Kalau dilihat, sudah tak mungkin lagi membangung rumah sederhana di kawasan ini," kata Vidi dalam peresmian kantor Apersi Banten di Ruko Palem Semi, Karawaci, Tangerang.

Vidi mencontohkan harga tanah di wilayah Serpong, Tangerang Selatan yang sudah mencapai puluhan juta rupiah per meter persegi.

"Kalau harga tanahnya sudah puluhan juta, berapa kami mesti jual. Rumah MBR kan sangat berbeda dengan rumah komersial atau real estat," jelasnya.

Terlebih, lanjut dia, harga rumah sederhana yang dijual pengusaha Apersi masih mengacu kepada ketentuan pemerintah, yakni berkisar diangka Rp 88 juta hingga Rp 115 juta per unit.

Untuk mengtasi kendala harga tanah yang mahal ini, Vidi sndiri mengakui telah menyampaikan hal tersebut kepada pihak Stakeholder yang ada di wilayah Banten.

Pihaknya juga mengusulkan untuk mengatasi masalah landbank ini, dengan mengoptimalkan lahan mlik pemerintah atau pemda yang selama ini belum termanfaatkan.

"Pengembangan rumah MBR sendiri lebih banyak berada di wilayah Kabupaten Tangerang, ketimbang wilayah Kotamadya, akibat harga tanahnya mahal. Bahkan, pengembangan rumah MBR ini menuju ke arah barat di luar kota Tangerang," tambahnya.

Sumber : Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita