101 Selasa, 12 November 2013 | 09:08:44

Di Indonesia, Cicil Apartemen dan Rumah untuk Dijual Kembali

Di Indonesia, Cicil Apartemen dan Rumah untuk Dijual Kembali

Seorang investor atau masyarakat di Indonesia bisa membeli hingga 10 unit apartemen atau perumahan dengan skema kredit. Padahal hunian ini dibeli tidak untuk ditinggali. Akibatnya harga properti bisa naik tidak wajar. Hal ini disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Budi G Sadikin di sela acara Mandiri Investment Forum 2013 di Hotel Hyatt Jakarta, Senin (11/11/2013).

"Apartemen belinya nggak 1 tapi beli 10. Dia pinjem di bank. Karena dia tahu 3 bulan naik. Itu dijual 3 bulan 5 unit, terus beberapa bulan dijual 3 unit dan 2 unit. Jadi rumah bukan untuk ditinggalkan tapi diperjualbelikan," ucap Budi.

Kredit untuk pembelian perumahan dan apartemen di Indonesia dinilai masih longgar. Untuk menjaga kesehatan penyaluran kredit, akhirnya Bank Indonesia mengeluarkan pengaturan besaran uang muka atau loan to value (LTV) kredit perumahan dan apartemen yang berlaku efektif akhir 2013.

Harapannya masyarakat kecil bisa memiliki perumahan dengan pengetatan kredit dan harga perumahan tidak melambung tinggi.

"Akibatnya banyak rakyat kecil susah beli rumah. Orang yang sudah beli rumah, maka BI buat aturan pembelian ke-2 maka LTV dinaikkan. Kemudian dia beli lagi 10 untuk dijual ambil marjin 5%-10%," sebutnya.

Di tempat yang sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menjelaskan kebijakan pengaturan uang muka kredit perumahan untuk menjaga dan mengelola risiko kredit di tengah perlambatan ekonomi.

"Kita bicara LTV. Itu risk manajemen insurance bagi banker. Good bank atau finance company. Dia punya aturan DP tapi tidak semua bank dan financial company punya risk management yang baik sehingga BI menyediakan guidance," sebutnya.

Mirza menilai kebijakan pengaturan uang muka juga telah diterapkan di beberapa negara seperti China dan Singapura. Sehingga bukan Indonesia saja yang menerapkan pembatasan uang muka ini.

"Nggak hanya Indonesia yang punya LTV concept. Ada China dan Singapore. Ini sangat fleksible," terangnya.
(feb/dru)

Sumber : Detik

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita