89 Senin, 04 November 2013 | 15:23:04

Pasar Properti Bakal Melambat Dua Tahun ke Depan

Pasar Properti Bakal Melambat Dua Tahun ke Depan

Pasar properti diperkirakan mencapai titik pertumbuhan tertinggi di semester I-2013 dan mulai menunjukkan tren menurun di semester II-2013. Saat ini dunia properti sedang dihadapkan pada siklus penurunan pertumbuhan pasar properti hingga melambat sampai dua tahun ke depan.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda dalam keterangannya dikutip Ahad kemarin. "Terkadang perlambatan properti sering dianalogikan dengan jatuhnya pasar properti. Namun sebenarnya siklus perlambatan ini jauh dari kondisi kejatuhan pasar properti. Siklus yang terjadi merupakan siklus alamiah dari sebuah siklus pasar yang ada," katanya.

Menurutnya tren kenaikan harga properti yang tinggi dalam dua sampai tiga tahun terakhir menyebabkan harga properti khususnya di segmen menengah atas menjadi sangat tinggi. Banyaknya aksi spekulasi menyusul goreng-menggoreng harga properti menjadikan pasar semakin jenuh.

Kondisi ini memberikan tekanan pada pasar spekulasi sehingga secara perlahan pasar properti pun melambat.

"Kenaikan harga properti yang terjadi di pasar primer ternyata tidak diimbangi dengan pertumbuhan di pasar sekunder. Hal ini yang memberikan indikasi bahwa pasar telah jenuh dan harga di pasar primer telah over value. Over value terjadi bila perbedaan harga properti di pasar primer dan sekunder sangat jauh," katanya.

Lalu apakah harga properti di pasar primer akan jatuh? Menutut Ali dengan melihat karakteristik konsumen segmen menengah atas, maka mereka umumnya mempunyai holding power yang sangat kuat.

"Mereka tidak akan menjual propertinya di bawah harga perolehannya karena secara finansial mereka pun tidak terlalu terganggu untuk menjual di harga yang lebih rendah. Yang terjadi kemudian adalah pertumbuhan di pasar sekunder yang akan beranjak naik sampai mencapai titik keseimbangan baru," katanya.

Menurutnya berdasarkan tren siklus yang terjadi di Indonesia, Indonesia Property Watch mencoba untuk memprediksi perlambatan yang akan terjadi di pasar properti sebagai bentuk proses mekanisme pasar mencapai titik keseimbangan ekonomi baru.

"Perlambatan siklus properti diperkirakan akan terus berlanjut sampai dua sampai tiga tahun ke depan antara tahun 2016-2017 dan akan mulai terjadi recovery setelah itu," kata Ali.

Ali menambahkan pasar properti yang dijadikan seolah-olah instrumen bursa saham dengan aksi spekulasi jangka pendek akan kembali pada karakteristik semula sebagai investasi jangka panjang. Ia menegaskan dalam siklus manapun properti tetap menjadi investasi sepanjang masa.

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita