184 Senin, 28 Oktober 2013 | 11:23:21

Kemenpera Bangun 8.727 Rumah Eks Pengungsi Timor Leste

Kemenpera Bangun 8.727 Rumah Eks Pengungsi Timor Leste

Kebutuhan tanah untuk lokasi pembangunan rumah khusus bagi warga eks pengungsi Timor Timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan mencapai 174,54 hektar (Ha). Lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun sekitar 8.727 unit rumah warga baru asal Tim-Tim sehingga mereka bisa memiliki rumah yang layak huni.

Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Agus Sumargiarto mengungkapkan, masalah pertanahan memang menjadi persoalan mendasar dalam program pembangunan rumah MBR di NTT.

"Beberapa pemerintah kabupaten/kota di NTT belum semua memberikan SK penetapan lokasi yang jelas dan SK penerima bantuan," katanya seperti dikutip dari situs Kemenpera, Senin (28/10/2013).

Untuk itu, dirinya berharap Pemda setempat bisa ikut membantu dalam proses pengadaan lahan seluas 174,54 Ha untuk memenuhi kebutuhan program Direktif Presiden terkait penyediaan rumah untuk warga baru asal Timor Timur di NTT dan untuk pelaksanaan tahun 2013 agar memanfaatkan lahan yang sudah ada yang dipersiapkan untuk pembangunan rumah tahun 2013. Mengingat anggaran untuk pengadaan tanah belum tersedia.

Lebih lanjut, Agus menambahkan, berdasarkan pendataan per 31 Mei 2013, warga baru asal Tim-Tim yang tidak mempunyai rumah sebanyak 8.727 unit. Dari data yang dimiliki Kemenpera, kebutuhan rumah MBR terbanyak berada di Kabupaten Belu yakni 4.082 unit, Kabupaten Kupang 1.527 unit, Kota Kupang 1.252 unit, Kabupaten Timor Tengah Utara 887 unit, Kabupaten Timor Tengah Selatan 356 unit, Kabupaten Alor 323 unit, Kabupaten Flores Timur 168 unit dan Kabupaten Ngada 132 unit. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita