163 Selasa, 22 Oktober 2013 | 09:54:01

Ini Dia 10 Kota Incaran Peritel Asing

Ini Dia 10 Kota Incaran Peritel Asing

Terdapat sepuluh (10) kota di Indonesia yang menjadi incaran peritel asal mancanegara sebagai wilayah ekspansi bisnis mereka. Sepuluh kota tersebut adalah Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Pekanbaru, Balikpapan, Makassar, dan Manado.

Menurut Senior Associate Director and Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief N Rahardjo, peritel asing tertarik masuk ke sepuluh kota tersebut karena pertambahan jumlah kelas menengah yang diimbangi dengan peningkatan daya beli (concummer spending). Dengan pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) di atas Nasional yang rerata 5,9 persen, 10 kota ini dianggap sebagai pasar yang terlalu seksi untuk diabaikan.

"Peritel asing, antara lain yang berasal dari regional Asia dan Eropa, masih menganggap Indonesia sebagai pasar potensial untuk digarap. Terutama segmen pasar menengah yang makin tumbuh, jauh melebihi jumlah kelas menengah di negara Asia Tenggara lainnya. Terlebih dengan pertumbuhan ekonomi sepuluh kota tersebut yang bahkan beberapa di antaranya mencapai 7-10 persen per tahun," ujar Arief kepada Kompas.com, di Jakarta, Senin (21/10/2013).

Selain itu, faktor lain yang memicu peritel asing menyasar kota-kota tersebut adalah aksesibilitas, kondisi infastruktur dan fasilitas penunjang lainnya, seperti keberadaan bandar udara, jalur bebas hambatan, dan jalan protokol sebagai syarat mobilitas atau pergerakan masyarakat ke pusat-pusat belanja yang dituju.

"Sepuluh kota tersebut memiliki syarat yang diinginkan peritel asing. Itulah mengapa, tidak semua ibukota provinsi mereka masuki, karena masih terkendala infrastruktur penunjang seperti jalan tol dan bandar udara. Contoh nyata adalah Samarinda, kendati merupakan ibukota provinsi, namun, jauh dari bandar udara Sepinggan. Lain cerita bila kota ini sudah memiliki bandara," imbuh Arief.

Kendati ada penetrasi wilayah garapan, namun tetap saja para peritel asing memilih Jakarta sebagai barometer yang dituju pertama kali. Mereka akan membuka gerai perdananya di ibukota ini.

Merek busana siap pakai, iRoo, asal Taiwan, contohnya, akan memilih mal Pacific Place sebagai gerai perdananya. Sedangkan TM Lewis, merek busana kerja asal Inggris, membuka cabang pertama di Lippo Mall Kemang, dan gerai kedua di Pacific Place.

Sementara peritel asing lainnya, tercatat sebagai penyewa baru di Pacific Place adalah Hard Rock Cafe, dan showroom mobil mewah McLaren. Hard Rock Cafe relokasi dari eX Plaza. Peritel asing lainnya, adalah Emilio Pucci dari Italia dan McQ (lini kedua dari Alexander McQueen) telah membuka toko pertamanya di Plaza Senayan.

Ada pun peritel lain yang membuka gerai baru kuartal III ini sebagian besar merupakan peritel kuliner seperti Ikkudo Ichi, Chung Gi Wa, Gourmand Bistro, T.G.I. Friday's, Byblos Bistro dan Wasoku Sato.

Bagaimana dengan peritel utama jenis department store?

Menurut Arief, setelah pembukaan Galleries Lafayette di pusat belanja mewah Pacific Place, dan Lotte Department Store di Lotte Shopping Avenue Ciputra World Jakarta, belum ada lagi peritel asing kelas anchor jenis department store yang merambah Indonesia.

Demikian halnya dengan ekspansi department store kelas menengah atas yang sudah lebih dulu eksisting, macam Metro, Sogo, Seibu dan Debenhams. Mereka, sangat selektif dalam memilih kota sebagai wilayah ekspansi bisnisnya.

"Mereka atau dalam hal ini PT Mitra Adi Perkasa sebagai pemegang lisensi Sogo, Seibu, Debenhams, dan Transmahagaya sebagai pemilik Metro, akan sangat hati-hati dalam memilih pusat belanja untuk pembukaan gerai baru. Pusat belanja tersebut haruslah sesuai dengan kelas yang dibidik, dan tentu saja berada di kota-kota yang memiliki persyaratan seperti disebut sebelumnya," imbuh Arief.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita