291 Senin, 21 Oktober 2013 | 08:13:29

Menara Peruri 88 Masih Proses Evaluasi

Menara Peruri 88 Masih Proses Evaluasi

Pembangunan Peruri 88 yang diusung oleh Perusahaan Umum (Perum) Percetakan Uang Indonesia (Peruri) saat ini masuk dalam tahap tahap evaluasi dan penunjukan konsultan. Direktur Utama Perum Peruri Prasetio mengatakan, mengenai penunjukan konsultan akan diselesaikan akhir tahun ini.

"Menara peruri (Peruri 88) masih proses evaluasi, proses penunjukan konsultan, kita targetkan tahun ini proses pemilihan selesai, setelah itu kan harus dikonsultasi dewan pengawas dan kementerian," kata dia saat di Dharwamangsa Hotel, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Dia menambahkan, dalam proses pembangunan Peruri 88 ini, Perum Peruri hanya menyiapkan lahan, dan tidak menyiapkan pendanaan untuk pembangunan gedung tersebut.

"Proses pendanaan kan kita menyiapkan lahan, tidak menyiapkan dana," tambahnya.

Sebelumnya,  Menteri BUMN Dahlan Iskan mempersilahkan untuk perusahaan plat merah atau badan usaha milik negara (BUMN) yang berencana membangun gedung pencakar langit di lahan yang dikelolanya.

Adapun beberapa BUMN yang tengah merencanakan pembangunan gedung tinggi adalah Pertamina dengan Pertamina Tower, Perum Peruri dengan Peruri 88 dan Gedung Asmaul Husna oleh PT RNI. Proyek-proyek tersebut saat ini sedang dalam tahap mengurusi perizinan dan digadang-gadang akan mengalahkan salah stau landmark milik negara tetangga, Menara Petronas Malaysia.

"Ya enggak apa-apa. Aset itu jangan dibiarkan begitu saja, kan tiap tahun bayarin PBB (pajak bumi dan bangunan)," ujar Dahlan usai rapat pimpinan di Kantor Berita Antara, Jakarta.

Namun dia berharap, jika BUMN tersebut akan membangun gedung, diharapkan bisa bersinergi dengan BUMN lainnya. Sinergi tersebut bertujuan untuk meminimalisir besarnya biaya pembangunan gedung.

"Boleh dikerjasamakan dengan BUMN lain yang fokusnya ke properti," imbuh Dahlan. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita