113 Kamis, 17 Oktober 2013 | 15:21:05

REI Optimistis Sektor Properti Bakal Bangkit

REI Optimistis Sektor Properti Bakal Bangkit

Para pengembang yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) optimistis peluang bisnis properti masih sangat besar. Sekalipun ada perlambatan pada 2014, REI menaksir hal itu tidak berlangsung lama.
Sektor properti saat ini diterpa oleh beberapa kebijakan Bank Indonesia (BI). Pertama, terkait kebijakan tidak boleh ada masa tunggu (inden) untuk kredit pemilikan rumah (KPR) kedua. Kedua, kebijakan pengetatan pinjaman, loan to value (LTV) yang berdampak pada peningkatan uang muka untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya.


Khusus pada 2014, menurut Sekjen DPP REI Eddy Hussy, sektor properti juga bakal terkena imbas dari pesta demokrasi pemilihan legislatif dan presiden.

"Kita tahu bahwa aturan KPR Inden ini juga dampaknya luar biasa bagi pertumbuhan sektor properti, begitu juga dengan pemilu. Tetapi kami punya pengalaman hal seperti ini, jadi kami masih yakin dan optimistis proper ti akan tumbuh kembali," kata Eddy, di Jakarta, pekan lalu.

Dia menjelaskan, aturan LTV yang diberlakukan BI mulai 30 September 2013, memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Pertama, untuk menekan spekulan properti. Kedua, menyulitkan konsumen proper ti dalam jangka panjang.

"Kami ingin aturan ini dikaji ulang, perlu ada terobosan baru agar sektor properti terutama untuk kelas menengah bawah bisa terkurangi bebannya yang cukup besar," kata dia.

Menurut dia, kebijakan LTV dan KPR Indent sebenarnya bertujuan baik, yaitu mencegah spekulan. Namun, dia menyayangkan, di sisi lain berpengaruh bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah.

Dia mengatakan, peraturan KPR Indent akan berpengaruh pada kelancaran usaha para pengembang yang selama ini memang mengandalkan dana dari konsumen. Hal itu dilakukan karena para pengembang sulit untuk mendapatkan kredit konstruksi.

"KPR indent dan kredit kontruksi itu harus betul-betul sesuai juga dengan kebutuhan pengembang, terutama pengembang kecil karena belum tentu mendapatkan fasilitas kredit," ujar nya.

Eddy Hussy berharap, pada 2014, sekalipun ada pesta demokrasi, sektor perumahan tidak stagnan dan harus bertumbuh.

"Memang dampaknya ada penurunan. Kami memperkirakan ada penurunan 10% sebagai dampak dari aturan BI dan pemilu,” kata dia.

Sekalipun bakal ada perlambatan pada 2014, Eddy Hussy optimistis sektor properti akan tumbuh kembali. Pasalnya, kata dia, permintaan akan rumah dari masyarakat ini masih sangat tinggi, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan hunian.

"Kita sih berharap tidak ada penurunan, kalaupun ada, flat tahun depan. Tapi, setelah itu pasti bangkit lagi karena memang rumah masih menjadi impian masyarakat," kata dia.

Menurut dia, bila sekarang banyak pengembang yang tidak terlalu agresif untuk membangun rumah, adalah hal yang wajar karena menunggu prospek yang lebih bagus lagi.

"Pengembang punya rencana jangka panjang, tidak mungkin menghentikan kegiatan proyeknya, sekarang masih hati-hati atau menunggu waktu yang pas," ujarnya.


Sumber : Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita