40 Kamis, 17 Oktober 2013 | 15:18:21

Makin Banyak Investor Berminat Investasi di NTT

Makin Banyak Investor Berminat Investasi di NTT

Minat investor asing selama tiga tahun terakhir yakni tahun 2010 hingga 2012, jumlah pengusaha yang melakukan investasi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin ramai.Sebanyak 103 investor asing telah menanamkan modalnya di NTT dengan total investasi mencapai Rp 3 triliun lebih. Bidang investasi terbesar tercatat pada bidang jasa akomodasi perhotelan, pertambangan umum dan pertambangan mangan serta perdagangan eskpor dan perdagangan besar.


"NTT semakin diminati investor asing. Sudah 103 investor asing yang investasikan modalnya di daerah ini. Total investasinya mencapai Rp 3 triliun lebih,” ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BPMD) Thobias Uly, di Kupang, Kamis (17/10).


Thobias Uly, menjelaskan, investor asing sebanyak 103 investor itu telah menanamkan modalnya sebesar lebih dari Rp 3 triliun dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.371 orang.


"Investasi asing itu, paling banyak adalah konsorsium yang melibatkan beberapa negara di dalamnya. Bidang investasi itu antara lain, jasa akomodasi perhotelan, pertambangan serta perdagangan eskpor dan perdagangan besar di NTT,” kata Thobias Uly.


Sedangkan, Perusahaan atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang berinvestasi di NTT tahun 2011-2012 sebanyak 7 perusahaan dengan nilai investasi mencapai Rp 588 miliar lebih dengan jenis usaha pemurnian mangan dan kehutanan.


Thobias Uly, mengakui, masih sangat minim minat investor untuk berinvestasi di NTT karena beberapa penyebab. Penyebab itu antara lain, infrastruktur penunjang investasi dan permasalahan status kepemilikan tanah yang selalu menjadi hambatan pada saat investor melakukan pekerjaan di lapangan. Selain itu, masih rendahnya animo masyarakat menerima kehadiran investor untuk melakukan investasi serta tuntutan masyarakat terhadap investor yang terlalu berlebihan juga merupakan kendala yang dihadapi dalam pengembangan investasi di NTT.


"Status tanah menjadi masalah serius yang memang sulit diselesaikan dalam waktu singkat, padahal investor membutuhkan waktu cepat untuk menyelesaikan masalah lahan untuk investasi itu. Kita sudah berulang kali melakukan sosialisasi tentang masalah ini, namun tetap juga menjadi masalah hingga saat ini,” tambahnya.


Sumber : Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Terkini

Selengkapnya

Referensi

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita