168 Kamis, 03 Oktober 2013 | 10:00:22

Sewa Kantor Naik, Perusahaan Tunggu Harga Stabil

Sewa Kantor Naik, Perusahaan Tunggu Harga Stabil

Perusahaan semakin hati-hati dalam memutuskan untuk melakukan ekspansi ruang kantor dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Head of Research Coldwell Banker Commercial Meyriana Kesuma menyatakan perusahaan kini cenderung lebih sensitif terhadap harga sewa ruang kantor yang rata rata naik di atas 10% pada Kuartal III/2013 dibandingkan kuartal sebelumnya..

Tingginya harga yang berlaku memunculkan keraguan dalam melakukan ekspansi. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, tuturnya, memang terjadi penurunan transaksi pada ruang perkantoran.

“Transaksi tahun lalu lebih banyak. Jauh sekali dibanding saat ini. Sekarang cenderung wait and see sambil menunggu harga lebih stabil. Tapi ketertarikan tetap ada. Banyak perusahaan yang tetap bertanya tentang hal itu,” katanya kepada Bisnis, Rabu (9/10/2013).

Lagi pula, sambungnya, suplai perkantoran baru pada tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya. Selain itu, banyak transaksi yang dilakukan lebih awal, saat peluncuran produk.

Djoko Indarto, Senior General Manager PT Antilope Madju Puri Indah, pengembang CBD Puri Indah, mengatakan penjualan Puri Indah Financial Tower sudah mencapai 70%. Dia mengatakan tidak mengalami kendala dalam melakukan pemasaran.

“Penjualan tetap bagus. Posisi kita juga bagus, di pinggir kota. Akan semakin banyak perkantoran yang akan dibuka di pinggir kota, karena menghindari kemacetan menuju pusat Jakarta,” katanya.

Berdasarkan rencana, pihaknya akan melakukan pengembangan 10 menara perkantoran baru di CBD Puri Indah. Djoko mengaku baru akan kembali melakukan pembangunan gedung perkantoran pada 2017 mendatang, sambil memperhatikan kondisi pasar. (ltc)

Sumber : Bisnis

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita