175 Kamis, 10 Oktober 2013 | 09:36:33

Kempera dan Pemprov DKI Akan Lakukan Audit Investigasi Kewajiban Pengembang

Kempera dan Pemprov DKI Akan Lakukan Audit Investigasi Kewajiban Pengembang

Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan bekerja sama melakukan audit investigasi terhadap kewajiban pengembang.

Kewajiban pengembang yang akan diaudit dan diinvestasikan adalah kewajiban pengembang yang diatur dalam Keputusan Gubernur Nomor 1934 Tahun 2002 tentang kewajiban penyediaan bangunan rusun murah yang dikonversi dengan dana pegembang pemegang SIPPT.

Dalam peraturan itu dijelaskan, setiap perusahaan properti yang membangun di wilayah Jakarta memiliki kewajiban 20 persen dari nilai bangunannya untuk membangun rumah susun di tanah pemerintah.

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengatakan dalam pertemuannya dengan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membahas dengan kawasan hunian yang berimbang serta penyediaan rumah susun (rusun) yang menjadi kewajiban pengembang.

"Yang berkaitan dengan kewajiban pengembang untuk membangun rumah dan kewajiban yang membangun bangunan komersial, wajib hukumnya memberikan 20 persen dari luas lantai untuk membangun rumah bagi rakyat,” kata Djan Faridz di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (9/10).

Diakuinya, masih banyak pengembang yang belum melaksanakan kewajibannyanya. Karena itu, pihaknya akan memberikan peringatan kepada para pengembang untuk segera melakukan kewajibannya tersebut.

Bila tidak dilaksanakan, maka pengembang tersebut akan diberikan sanksi dari Kempera berupa saknsi adminsitratif, diantaranya sanksi pencabutan insentif.

"Untuk itu, saya mau kerja sama dengan Pak Gubernur untuk melakukan audit investigasi terhadap kewajiban pengembang. Dari hasil audit investigasi ini, akan ketahuan pengembang mana yang belum melaksanakan kewajibannya,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta hendak menagih kewajiban developer untuk membangun rusun. Pasalnya, para developer tersebut memiliki utang kepada Pemprov DKI sebanyak 680 rusun yang belum dipenuhi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan ada sebanyak 14 lokasi yang berpotensi dibangun rusunawa. Belasan lokasi tersebut, ada yang sudah menjadi milik Pemprov DKI, dan ada yang harus dibeli atau dibebaskan terlebih dahulu.

Sementara itu, Kepala Bidang Bangunan Perumahan Dinas Perumahan DKI Jakarta Sukmana memastikan, pada akhir Desember 2014, tiga lokasi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Jakarta Barat akan siap dihuni. Ketiga rusunawa itu adalah Rusunawa Tambora I dan II di Kecamatan Tambora, Rusunawa Daan Mogot Km 14 di Kecamatan Kalideres, dan Rusunawa KS Tubun di Kecamatan Palmerah.

Kepala Bidang Perencanaan Teknis Dinas Perumahan DKI Trianto mengatakan, Gubernur Joko Widodo akan meletakkan batu pertama pembangunan Rusunawa Tambora I dan II pada 20 Oktober.

Pengamatan Kompas di ketiga lokasi tersebut kemarin menunjukkan, lahan Rusunawa Tambora I dan II masih dibersihkan dari besi-besi beton fondasi. Adapun lahan Rusunawa KS Tubun baru pada tahap pemeriksaan air tanah.

Sementara itu, separuh lahan Rusunawa Daan Mogot sudah diuruk dan ditinggikan sampai 1,5 meter.

Menurut Trianto, kompleks Rusunawa Daan Mogot akan berdiri di atas lahan seluas 17,68 hektar. Dari total luas lahan itu, 2,06 hektar akan dipakai untuk membangun fasilitas sosial dan fasilitas umum.

"Di atas lahan seluas 12,23 hektar akan dibangun rumah susun sewa menengah dan apartemen sewa. Sementara di atas lahan seluas 3,3 hektar akan dibangun rusunawa delapan blok yang terdiri atas 640 unit. Luas unit masing-masing 30 meter persegi," tutur Trianto. Setiap blok memiliki enam lantai

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita