280 Selasa, 08 Oktober 2013 | 09:22:02

Jaga Minat Konsumen, Developer Siasati Aturan KPR

Jaga Minat Konsumen, Developer Siasati Aturan KPR

DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah mengaku menyiasati aturan pemberian kredit pemilikan rumah (KPR) mengacu pada kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga minat konsumen.

Anggota DPD REI Jateng Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi Juremi mengaku pihaknya belum dapat memperkirakan besaran dampak aturan kredit yang baru diterapkan pada awal bulan ini.

Surat Edaran BI No 15/40/DKMP mengatur penerapan manajemen risiko pada bank yang melakukan pemberian kredit atau pembiayaan pemilikan properti, kredit atau pembiayaan konsumsi beragun properti dan kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor.

Aturan tersebut di antaranya mengatur Loan to Value (LTV)/Financing to Value (FTV) dan atau uang muka untuk pembelian rumah pertama di atas tipe 70 (rumah dan rumah susun) kredit bank sebesar 70 persen, pembelian rumah kedua bank hanya memberikan fasilitas kredit sebesar 60 persen atau nasabah harus menyetorkan uang muka 40 persen, dan pembelian rumah ketiga, fasilitas kredit yang diberikan bank maksimal 50 persen.

Juremi mengatakan karena regulasinya sudah diterapkan, REI Jateng menyiasatinya dengan angsuran uang muka dengan jangka waktu rumah telah selesai dibangun misalnya bangunan baru selesai tiga bulan.

"Masyarakat banyak yang menginginkan uang muka rendah karena dengan uang muka sedikit, tetapi sudah dapat memiliki rumah," katanya di Semarang, Selasa (8/10).

Ia mengakui regulasi pemberian kredit pemilikan rumah yang baru diterapkan, belum terlihat dampaknya dan DPRD REI Jateng terus melakukan sosialisasi aturan BI.

"Jadi sebelum akad kredit, kami terus memberikan pengertian bahwa uang muka tipe 70 ke atas naik sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Juremi menambahkan selain aturan mengenai aturan uang muka, para pengembang juga mengeluhkan aturan KPR inden, karena pembangunan rumah harus menggunakan modal sendiri dan setelah bangunan siap baru dijual ke konsumen.

Jika sebelumnya pengembang dapat mendapatkan anggaran dari konsumen setidaknya 60 persen sementara sisanya dari pengembang, saat ini seluruhnya uang dari pengembang sehingga memberatkan.

Sumber : Berita Satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita