338 Senin, 14 September 2015 | 11:27:11

Bayar Uang Muka Rumah Dengan BPJS

Bayar Uang Muka Rumah Dengan BPJSsindo

Pada umumnya seseorang mampu untuk membayar cicilan rumah namun begitu berat untuk membayar uang muka atau depe. Hal ini  kerap menjadi masalah bagi konsumen untuk membeli rumah. Biasanya didalam menyediakan uang muka secara langsung sangat menyulitkan terlebih bagi konsumen yang berpenghasilan standard.  Sebenarnya hal ini bukan merupakan masalah besar jika Anda adalah seorang pekerja dan  menjadi anggota BPJS (Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan, maka saat ini melalui BPJS Anda dapat mengajukan pembelian rumah.

Lembaga Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) saat ini   menyediakan program pinjaman uang muka perumahan (PUMP). Para pekerja yang mengajukan PUMP dan sudah menjadi anggota aktif BPJS Ketenagakerjaan minimal satu tahun. Pekerja minimal menerima upah sebesar Rp 4,5 juta per bulan.

Program ini sangat membantu pekerja terutama bagi pekerja yang memiliki penghasilan standard dan ingin mempunyai rumah. Suku bunga yang ditawarkan juga sangat rendah yakni sebesar 3 persen (fixed) jangka waktu yang diberikan maksimal 5 tahun. Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) dapat digunakan untuk membeli rumah sederhana yang memiliki tipe paling besar yakni tipe 36.

Besarnya pinjaman yang diperoleh sangat  bervariasi sesuai dengan besarnya penghasilan yang diterima oleh pekerja. Bagi  pekerja yang berpenghasilan Rp 5 juta mendapatkan pinjaman sebesar Rp 20 juta, sedangkan untuk pekerja yang mempunyai penghasilan  Rp 5 juta sampai 10 juta mendapatkan pinjaman sebesar Rp 35 juta, dan untuk pekerja dengan penghasilan di atas Rp 10 juta mendapatkan pinjaman sebesar Rp 50 juta.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pekerja guna untuk mendapatkan PUMP yang berasal dari BPJS Ketenagakerjaan adalah sebagai berikut:

1. Pekerja yang mengajukan PUMP, sama sekali belum pernah memiliki rumah sendiri dan harus dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai cukup yang didapat dari tenaga kerja BPJS Ketenagakerjaan.

2. Pekerja sudah  terdaftar menjadi anggota  BPJS Ketenagakerjaan minimal 1 tahun.

3. Pekerja mendapatkan rekomendasi dari perusahaan penanggung jawab pengurusan program PUMP.

4. Penghasilan yang didapat oleh pekerja minimal Rp 4.500.000.

5. Pekerja bersedia dikenakan potongan atas  gajinya untuk pembayaran angsuran program PUMP kepada BPJS Ketenagakerjaan.

6. Pekerja menyetujui membeli rumah yang ditawarkan oleh pengembang.

7. Pekerja dinyatakan lolos seleksi KPR dari bank penyalur KPR.

8. Pembayaran angsuran dilakukan secara kolektif oleh perusahaan penanggung jawab pengurusan program PUMP.

Disamping syarat-syarat tersebut BPJS Ketenagakerjaan juga telah menetapkan mekanisme mengenai pengajuan PUMP, yakni:

1. Pekerja terlebih dahulu mengajukan surat permohonan  rekomendasi kepada perusahaan tempat ia bekerja.

2. Pekerja mengajukan KPR melalui pengembang ataupun kepada pihak bank penyelenggara.

3. Pekerja memperoleh Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit (SP3K).

4. Didalam  mengajukan permohonan rekomendasi harus disertai kelengkapan persyaratan kepada  BPJS Ketenagakerjaan yakni melalui perusahaan atau cabang BPJS Ketenagakerjaan.

5. Permohonan yang diajukan oleh pekerja dinyatakan telah disetujui oleh PJS Ketenagakerjaan.

6. Persetujuan yang didapat dari BPJS tersebut selanjutnya akan diteruskan ke bank pemberi KPR atau Bank penyelenggara.

Sumber: Housingestate


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita