363 Rabu, 27 Mei 2015 | 09:27:13

BPJS Ketenagakerjaan Partisipasi Untuk Sejuta Rumah

BPJS Ketenagakerjaan Partisipasi Untuk Sejuta Rumahberitasatu

Program sejuta rumah yang sedang dicanangkan oleh pemerintah masih banyak memiliki kendala di lapangan. Hal ini menjadi perhatian bagi pihak-pihak terkait sehingga mereka menyatakan dukungannya dalam pembangunan program sejuta rumah.

Jeffry Haryadi, Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan saat ini pihaknya sedang mengajukan beberapa perubahan atau revisi pada aturan investasi supaya dapat memberikan dana yang lebih banyak dalam pembiayaan program sejuta rumah.

Dana untuk program ini ada sebesar  Rp 10 triliun dan penempatan dana tersebut ada di Bank Tabungan Negara (BTN). BPJS Ketenagakerjaan siap untuk meluncurkan dana sebesar Rp 20 triliun namun penempatan dana tersebut tidak semuanya di alokasikan ke Bank Tabungan Negara (BTN) sebab ada aturan yang memang harus di batasi.

Bentuk bantuan yang diberikan BPJS tidak hanya berupa pendanaan tetapi pada penyediaan lahan yang ditujukan untuk pembangunan sejuta rumah.

Ada sekitar 6 (enam) lokasi  yang disiapkan oleh BPJS dan 3 (tiga) diantaranya telah siap untuk dibangun. Para pengembang tentu saja menyambut kesempatan ini dan melakukan penawaran kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Maryono, Dirut Bank Tabungan Negara (BTN) mengatakan dalam hal ini pihaknya belum dapat menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan program sejuta rumah sebab belum ada realisasi dari para pengembang. Menurutnya, mengenai dana sudah ada namun untuk suplai rumah dari pengembang yang belum ada. Jadi hal ini lah kenpa pihak BTN belum bisa menyalurkan dananya karena memang belum ada rumah yang harus dibiayai.

Dalam hal ini Maryono selaku Dirut dari Bank Tabungan Negara menghimbau agar para pengembang lebih serius dalam menjalankan program yang akan diberikan untuk rakyat Indonesia Karena program ini boleh dikatakan sebagai program prorakyat.

Pengembang memang mengalami banyak kendala dalam menjalankan program ini yakni didalam mengimplementasikan pembangunan bersubsidi. Kendala yang dihadapi oleh para pengembang adalah berupa kebijakan-kebijakan dan regulasi. Meski begitu Maryono tetap berharap agar para pengembang untuk lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan program yang akan ditujukan untuk rakyat Indonesia.

Sumber : housingestate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita