231 Selasa, 26 Mei 2015 | 10:04:17

Kelonggaran LTV Mendorong Penjualan Rumah Mewah

Kelonggaran LTV Mendorong Penjualan Rumah Mewahokezone

Bank Indonesia (BI) akan memberikan kebijakkan mengenai loan to value (LTV) yang di peruntukkan bagi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Hal ini pernah dimuat sebelumnya di  http://www.peluangproperti.com/berita/kpr/2015-05/5651/uang-muka-kpr-turun-investor-asing-ambil-manfaat.

Kebijakkan ini agar ada pemerataan kepemilikan rumah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Namun, para pelaku usaha properti justru berpendapat bahwa dengan adanya kelonggaran ataupun kebijakkan yang di berikan Bank Indonesia dapat mendorong penjualan atas rumah-rumah mewah.

Eddy Ganefo, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menjelaskan akhir-akhir ini penjualan atas properti mewah cenderung menurun dari akibat adanya penurunan pertumbuhan ekonomi. Kelonggaran LTV yang diberikan oleh Bank Indonesia (BI) diyakini dapat mendongkrak kembali penjualan atas properti mewah.

Penjualan atas properti mewah belakangan ini mengalami kemunduran hampir sekitar 50 persen, akan tetapi untuk properti biasa penjualannya boleh dikatakan masih stabil, ujar Eddy. Para pengembang tentu saja sangat menyambut baik diskon DP yang diberikan oleh Bank Indonesia ini. Namun menurut Eddy, kebijakkan ini perlu ada jangka waktunya sebab di kuatirkan akan menimbulkan buble atau yang disebut

meningkatnya harga properti.
Hal ini dinilai cukup bagus dan menguntungkan bagi para pengusaha properti, akan tetapi jika penjualan properti sudah kembali stabil maka harus dinaikkan lagi.

Eddy juga berpendapat bahwa pelonggaran LTV akan memberikan pengaruh yang besar terhadap gejolak penjualan rumah yakni paling lama dalam waktu satu tahun. Dampak yang terjadi baru akan terlihat ketika 6 bulan hingga 1 tahun, setelah itu barulah dapat diperketat lagi.

Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan adanya kebijakan akan pelonggaran LTV dapat di berlakukan pada bulan JUni ini. Pelonggaran atas uang muka (DP) KPR sebelumnya sekitar 30 sampai 50 persen dan kini turun menjadi 10 persen hingga 2 persen.

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita