209 Sabtu, 31 Januari 2015 | 11:08:50

BTN Atasi Kelangkaan Rumah

BTN Atasi Kelangkaan Rumahdream

Maryono, Direktur Utama Bank BTN mengatakan bahwa Bank Tabungan Negara (BTN) siap menjadi penggerak untuk program yang di rencanakan oleh pemerintahan Jokowi-JK yakni program sejuta rumah untuk rakyat . Dalam hal ini Bank Tabungan Negara di berikan kepercayaan sebagi motor dalam pelaksanaan program sejuta rumah tersebut. BTN pun akan segera merealisasi program ini.

BTN berperan ganda dalam melaksanakan program ini,

Pertama, BTN berperan sebagai lembaga pembiayaan, dengan menyediakan pinjaman atau dana talangan yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan perumahan.

Kedua, Dalam hal ini Bank Tabungan Negara sebagai inisiator dan integrator yang bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkait dalam meningkatkan pasokan rumah.

Jusuf Kalla meminta agar BTN menjadi pemeran utama didalam pelaksanaan penyediaan perumahan nasional, dan mengenai konsepnya hampir sama dengan  program perumahan bagi buruh di dekat kawasan industri.

Maryono, mengatakan bahwa pemerintah akan lebih fokus  dalam bagaimana melakukan pembiayaan rumah-rumah yang diperuntukkan untuk masyarakat kelas bawah. Menurut Maryono, dalam menangani permasalahan dalam pengadaan perumahan nasional itu cukup sulit dan sangat di perlukan kerjasama pemerintah dalam mengatasi permasalahan ini. Kerjasama pemerintah ini terutama dalam segi pasokan yakni mengenai lahan, karena di Indonesia masalah lahan masih menjadi permasalahan utama didalam pembangunan terutama di perumahan kemudian material bangunan dan peraturan-peraturan lainnya yang  berkaitan dengan pembangunan perumahan ini.

Pendapatan masyarakat juga merupakan masalah yang dihadapi karena keterbatasan dukungan dana dari perbankan yang pada umumnya didukung oleh dana jangka pendek sedangkan penyediaan dana jangka panjang oleh pasar modal sampai saat ini belum juga tersedia.

Campur tangan Pemerintah untuk meningkatkan jumlah pasokan perumahan terutama untuk perumahan murah sangat dibutuhkan dan bukan hanya itu saja intervensi pemerintah diperlukan untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah dalam hal kepemilikan rumah. Jadi dalam hal ini pemerintah merupan kunci dalam mengatasi permasalahn perumahan nasional.
Menurut Maryono, banyak cara yang dapat dilakukan pemerintah agar program sejuta rumah tersebut dapat berjalan baik yakni dengan memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BTN dan pemerintah juga bisa menempatkan dana untuk  mendukung program tersebut seperti BPJS, Taspen, Bapertarum PNS, atau melalui offshore loan.

Meskipun BTN di berikan kewenangan penuh didalam pelaksanaan program ini namun tetap harus berada di bawah koodinasi Kementrian PU dan Perumahan Rakyat.
BTN masih menjadi market  bagi pembiayaan perumahan di Indonesia dengan total KPR sebesar 24%, dan untuk KPR subsidi sebesar 95 % dari total penyaluran FLPP pada tahun 2011 sampai 2013. Sedangkan di tahun 2014 total KPR bersubsidi yang telah disalurkan oleh BTN yakni sejak tahun 1976 adalah sebesar Rp 60 triliun dan dana tersebut telah di manfaatkan sekitar 2,6 juta masyarakat Indonesia. Program FLPP itu sendiri mulai dijalankan pada tahun 2010 – 2014 dan telah di realisasikan lebih dari 368.000 unit rumah dengan jumlah kredit hampir mencapai Rp 25 triliun.

FLPP di tahun 2014 di atas target pemerintah yang semula menargetkan sebanyak 58.000 unit namun terlaksana sebanyak 93.000 unit dengan jumlah kredit hampir mencapai Rp 7,9 triliun, demikian Maryono menjelaskan.

Sumber: Kompas
 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita