417 Jum'at, 19 Desember 2014 | 11:43:10

Program KPR Rumah Bersubsidi Di Lanjutkan Oleh Pemerintah

Program KPR Rumah Bersubsidi Di Lanjutkan Oleh Pemerintahblogspot

Melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maka pemerintah secara resmi akan melanjutkan program mengenai Kredit Pemilikan Rumah atau yang biasa di sebut KPR. Program ini dilanjutkan melihat masih banyaknya masyarakat Indonesia yang ingin memiliki  rumah layak huni namun terbentur kendala  masalah keterbatasan keuangan. Untuk itulah pemerintah membantu para konsumen yang ingin memiliki rumah melalui program FLPP atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

Program ini telah tercatat dalam peraturan perumahan rakyat nomor 3/2014 tentang  Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mengenai pengadaan perumahan yang kepemilikannya melalui kredit atau pembiayaan kepemilikan rumah sejahtera . Petunjuk tentang pelaksanaan FLPP nomor 4/2014, di ubah menjadi peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat nomor 20 dan 21 tahun 2014.

Maurin Sitoris, Deputi Pembiayaan Perumahan Kementrian Perumahan Rakyat , optimis dengan adanya perubahan atau revisi yang di buat  mengenai peraturan tersebut, dengan demikian masalah yang ada tentang perumahan rakyat dapat segera teratasi.

Pada saat sosialisasi revisi tentang peraturan menteri perumahan rakyat bersama para asosiasi dan stakeholder masalah perumahan di Jakarta, Kamis (18/12/2014), Maurin optimis bahwa dengan adanya revisi tersebut masalah perumahan rakyat dapat teratasi. Melihat kebutuhan akan rumah di Indonesia setiap tahunnya mencapai 800 ribu – 920 ribu per unit. Untuk saat ini terdapat hampir 3,4 juta rumah yang tidak layak huni terdapat di Indonesia dan backlog atau pesanan yang belum di penuhi  sekitar 13,6 juta.

Tercatat per tanggal 31 Maret 2015, rumah tapak tidak dapat lagi mendapatkan fasilitas pembiayaan melalui FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), akan tetapi kebijakan tersebut di ubah dengan adanya peraturan baru. Perubahan tersebut hanya berlaku untuk kota-kota yang memiliki penduduk dengan jumlah diatas 2 juta jiwa dan berdampak pada rencana tata ruang wilayah dan renvana detail tata ruang.

Sumber: okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita