236 Selasa, 02 Desember 2014 | 15:44:08

Pembiayaan Perumahan rakyat dibantu oleh Pasar Modal

 Pembiayaan Perumahan rakyat dibantu oleh Pasar Modalilustrasi perumahan rakyat

Sektor perumahan rakyat mendapat dorongan dana dari Pasar Modal untuk pembiayaan sektor perumahan. Hal ini diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa keuangan (OJK) tentang pedoman Penerbitan dan Pelapran Efek Beragun Aset berbentuk surat partisipasi (EBA-SP) dalam bidang Pembiayaan Sekunder Perumahan.

Dengan peraturan tersebut, Bank bisa mendapat pinjaman dari penerbit EBA-SP dengan mengagunkan aset rumah yang masih dicicil oleh nasabah. Dengan Pinjaman ini bisa membuat bank leluasa mencairkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) baru ke masyarakat. Peraturan tersebut akan berlaku pada 2015 mendatang.

Deputi Menteri Bidang Pembiayaan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Maulin Sitorus menanggapi positif akan kebijakan tersebut. Sebab saat ini kebutuhan pembangunan perumahan rakyat mencapai 800.000 unit pertahun, namun perusahaan-perusahaan dari Real Estate Indonesia (REI) hanya bisa memenuhi sebanyak 250.000 unit dan perumahan swadaya 150.000 unit.

Saat ini menurut Maurin, ada 13,5 juta keluarga menengah bawah yang belum memiliki rumah dan 3,4 juta unit rumah tidak layak huni. Program FLPP dari pemerintah sejak 2010 telah membiayai pembangunan 340.000 unit rumah dengan total biaya 4,5 triliun. Untuk melakukan pembangunan perumahan rakyat perlu dana sangat besar, tidak hanya dari perbankan.

Dengan adanya bantuan dari pasar modal tentu membantu peningkatan dana untuk pembiayaan pembangunan perumahan rakyat. Dibutuhkan sekitar Rp 48 triliun dengan harga satu rumah seharga Rp 120 juta. Demikian dikatakan Maulin Sitorus di Jakarta, Senin kemarin (1/12).

Dari pihak OJK, Deputi Komisioner Pengawasan pasar modal Srjito mengatakan Kebijakan peraturan pembiayaan perumahan dari OJK ini telah ditunggu-tunggu oleh pihak perbankan yang mengalami kesulitan likuiditas untuk mencairkan lebih banyak lagi KPR ke masyarakat.

Saat ini perusahaan pembiyaan perumahan yang akan menerbitkan produk tersebut adalah PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). SMF akan berfungsi sebagai penerbit efek, penata sekuritisasi dan pendukung kredit dalam bentuk penyediaan dana cadangan.

Sumber : CNN, beritasatu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita