284 Sabtu, 22 November 2014 | 11:37:41

BBM dan BI Rate Naik, KPR naik?

BBM dan BI Rate Naik, KPR naik?ilustrasi

Kenaikan BBM ternyata diiringi dengan kenaikan BI rate juga. Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan dari 7,5 persen menjadi 7,75 persen. Kondisi ini cukup memberi tekanan besar kepada industri properti Indonesia. Dengan kenaikan BI rate, imbasnya adalah perlambatan properti yang semakin menurun.

Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) memperkirakan bahwa setiap kenaikan satu persen suku bunga BI efeknya adalah menurunkan daya beli sampai sebesar 4-5 persen. Apalagi ditambah dengan kenaikan BBM, daya beli bisa menurun sampai 30 persen.

Ali memberikan pendapat agar pengembang berhati-hati menaikkan harga propertinya. Pengembang juga harus waspada untuk berekspansi baik ke segmen menengah atau atas.

Suku bunga Kredit
Para pengembangpun langsung menanggapi akan kenaikan suku bunga acuan BI tersebut. Pihak pengembang berharap agar perbankan tidak serta merta langsung menaikkan suku bunga kredit.

Ketua umum Real Estate Indonesia Eddy Hussy berpendaat suku bunga kredit perbankan sudah terlalu tinggi. Suku bunga KPR saat ini berkisar 12-14 persen. Eddy meminta perbankan agar tidak menikkan suku bunga, kalaupun ada penyesuaian diharapkan tidak terlalu jauh. Demikan dikatakannya dalam acara Rakernas REI di Jakarta (19/11).

Sedangkan dari pihak perbankan sendiri tengah mengkaji kenaikan suku bunga KPR paska penyesuaian dari kenaikan BBM dan kenaikan suku bunga acuan 25 basis poin.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan penyesuaian bunga KPR berdasarkan kajian yang ada dalam suku bunga dana. Indikatornya melihat pada kondisi pasar. Jika penyerapan dana pembiayaan (cost of fund) masih rendah, Maryono berpendapat bahwa pihaknya tidak akan menaikkan KPR.

Sumber : liputan6, kanalsatu, metrotvnews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita