6 Senin, 06 Oktober 2014 | 16:46:59

Bank- bank Raksasa Turunkan Bunga KPR

Bank- bank Raksasa Turunkan Bunga KPRpunggawakeuangan

Masa bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mahal telah berakhir. Terutama setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) member limit bunga tertinggi deposito perbankan, pada Oktober awal ini. Bank-bank “raksasa” mulai memangkas suku bunga kredit, termasuk dengan bunga KPR dikarenakan biaya dana turun.

Berita terbaru mengatakan bahwa sebentar lagi PT Bank Mandiri Tbk akan menurunkan suku bunga KPR nya. Direktur Keuangan Bank Mandiri, Pahala N. Mansury menuturkan, Bank Mandiri akan memotong bunga KPR sebesar 20 basis poin (bps) hingga 50 bps. “Ini spesial untuk KPR dengan bunga tetap atau fix rate jangka waktu 3 tahun,” Ucap Pahala (3/10).

Sedangkan untuk KPR yang lainnya, masih dipelajari untuk diturunkan. Rata-rata besaran penurunannya pun belum dapat ditentukan sebab masih dalam tahap penelitian. Pada September 2014 suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR pada Bank Mandiri tercatat sekitar 11 persen, Pahala melanjutkan.

Terlebih dahulu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah menurunkan suku bunga KPR sebesar 25 bps. Direktur Konsumer BCA Henry Koenaifi, beberpa waktu lalu mengatakan, penurunan bunga KPR seiring dengan penurunan bunga deposito.

Bunga KPR BCA sekarang ini berada di tingkat 9 persen – 9,25 persen untuk fix rate dalam jangka waktu 1 hingga 2 tahun, KPR 9,5 persen bagi 3 tahun, dan fix rate 5 tahun sebesar 10 persen.

Serupa dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Head of Consumer Lending Bank CIMB Niaga, Tony Tardjo mengatakan, sejak 1 September 2014 lalu CIMB telah menurunkan tingkat bunga KPR sebesar 50 bps untuk permintaan KPR baru. Maka tingkat bunga KPR di Niaga berkisar dari 9,5 % bagi fix rate 3 tahun, 11,5 % untuk 5 tahun. Sedangkan bunga mengambang atau floating rate CIMB Niaga ditetapkan dengan kisaran 12,5 % sampai 13 persen.

BTN mempertimbangkan dahulu
Sayang, bank yang konsen dengan bisnisn KPR yaitu PT Bank Tabungan Negara (BTN) belum berniat menurunkan nilai suku bunga KPR sekarang-sekarang ini. Meskipun bunga deposito telah turun, guna memangkas bunga kredit, BTNmasih menganalisa perkembangan pasar beberapa waktu kedepan.

Maryono Direktur Utama BTN Mengatakan, BTN telah menurunkan bunga kdeposito ke angka 9,75% sejak 1 Oktober kemarin, demi mematuhi peraturan OJK. “Tak harus karena ini, lalau bunga kredit juga kami turunkan,” ucap Maryono menjelaskan.

Menurut MAryono, dulu demi menjaga likuiditas bunga deposito BTN dinaikkan, namun tidak langsung meneaikkan suku bunga kredit. Jadi saat bunga deposito turun, tidak mesti bunga kredit ikut turun. “Kami melihat situasi pasar, apakah harus diturunkan atau tidak bunga kredit. 3 bulan maksimal waktu untuk melihatnya,” ucapnya.

Perlu diketahui, BTN masih bergantung pada tabungan deposito sebagai sumber utama dana pihak ketiga (DPK). Dus, unsur cost of fund menajdi krusial demi menjaga margin bunga netto BTN. Data dari Bank Indonesia (BI) memperlihatkan, total dana deposito di BTN sejumlah 52,72 triliun. Jumlah tersebut sama dengan 54,33 persen dari jumlah dana pihak ketiga BTN.

Sumber : kontan

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita