205 Senin, 29 September 2014 | 16:38:27

KPR Melonjak, Kredit Pengembang Malah Melorot

KPR Melonjak, Kredit Pengembang Malah Melorotmotodewo

Dua tahun lalu arus kredit modal kerja kantor bank di wilayah Kalimantan timur untuk pengembang tipe di atas 70 sempat melonjak drastis, akan tetapi pada tahun ini telah terjadi penurunan. Padahal untuk sektor tersebut, permohonan kredit pemilikan rumah (KPR) masih memperlihatkan tren yang melesat.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) di Kaltim mencatat, dengan persetujuan Rp 2,07 triliun, KPR tipe 70 meningkat 14,62 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Sementara itu, di periode yang sama, penyampian kredit modal kerja bagi developer golongan menengah ke atas menurun hingga 55,35 persen (year on year), dari angka Rp 145 miliar di tahun 2013 menjadi Rp 95 miliar di tahun 2014 ini.

Tak cuma pada pengembangan modal kerja developer, penurunan juga terjadi di jasa dunia bisnis yang melayani developer tipe di atas 70. Sempat mengalami kenaikan dalam dua tahun, sampai triwulan ke II, kredit pada bidang tersebut tahun ini baru mencapai Rp 65 miliar, menurun sekitar 53,26 persen dari tahun kemarin.

Mengenai hal ini, Suhelmuz selaku Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD-REI) Kaltim mengakui, adanya penurunan kinerja pengembak mulai awal 2014. Selain ikut terkena dampak domino dari lesunya sektor pertambangan batu bara, keadaan tersebut juga diakibatkan tingginya bunga perbankan.

“pada tipe di atas 70, sasaran intinya memang karyawan firma batubara. Karena yang paling riil ialah besarnya bunga, baik untuk modal kerja ataupun KPR,” katanya.

Dia mengutarakan, bagi modal kerja, bunga yang diberikan ke pengembang sampai di angka 14 persen, sedangkan bagi KPR  telah mencapai angka 12 persenan. “Padahal, tahun kemarin, KPR masih dapat ditemukan angka dibawah 10 persen,” Dia menambahkan.

Banyak hal yang memberatkan itu dianggap Suhelmuz sebagai pertimbangan sebgaian developer di Kaltim untuk mengontrol produksi. Walau belum bisa memastikan, namun dia yakin pada tahun 2015 mendatang, situasi pasar akan pulih.

“Terpilihnya pasangan Jokowi-JK kemungkinan akan memberi efek baik terhadap dunia bisnis, termasuk properti perumahan. Tidak hanya itu, sebagian besar proyek telah berjalan mengejar realisasi anggaran didaerah jelang penghujung tahun. Hal tersebut juga dapat menjadi penyebab ekonomi untuk berkembang lebih cepat,” ujarnya.

Masih belum tentu waktu pulihnya pertambangan batu bara, Suhelmuz mengatakan, pengembang di Kaltim telah banyak menjelajah bidang lain sebagai target pasar. Salah satunya, yang kini tengah dianggap tren yaitu perkebunan kelapa sawit.

“Beberapa pelanggan saya dari bidang perkebunan kelapa sawit telah tumbuh bagus. Dalam jangka waktu yang singkat, pengembang memang belum dapat berpegangan pada batu bara,” tandasnya.

Sumber : kaltimpos

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita