386 Senin, 29 September 2014 | 14:27:23

OCBC NISP Turunkan Bunga KPR Khusus Nasabah Kaya

OCBC NISP Turunkan Bunga KPR Khusus Nasabah Kayalintas

Serupa dengan bank-bank lainnya, PT Bank OCBC NISP tbk atau dikenal NISP, juga turut menurunkan suku bunga Kredit Pembelian Rumah (KPR) mereka. Akan tetapi menurut Secured Loan Division Head dari Bank OCBC NISP yaitu Dwidadi Sugiato, ia menyampaikan bahwa, penurun bunga KPR tersebut hanyalah diperuntukkan khusus bagi nasabah-nasabah prioritas.

Yang menjadi alasan Bank OCBC NISP melakukan hal tersebut adalah, karena nasabah-nasabah prioritas mereka telah memiliki simpanan yang cukup besar. Tidak hanya itu saja, melainkan nasabah-nasabah tersebut juga memilih KPR, dengan rerata harga yang mahal.

Lalu bagaimana dengan bunga KPR bagi kelas reguler? Dwi mengungkapkan bahwa pihaknya belum memiliki rencana untuk menurunkan bunga bagi KPR reguler. Menurut Dwi hal tersebut dikarenakan, baru ada dua bank besar yang berani melakukan tindakan penurunan bunga KPR. Dua bank yang dimaksud tersebut ialah Bank CIMB Niaga dan BCA. Selain itu bila dilihat dari persentase penurunannya jumlahnya pun tidaklah besar.

Mislanya , suku bunga KPR adalah 11,2 persen dengan bunga tetap untuk masa 3 tahun, lalu suku bunga sebesar 10,69 dengan bunga tetap untuk waktu 2 tahun, kemudian suku bunga KPR 8,8 persen dengan bunga flat selama 1 thaun.

Dwidadi juga menambahkan, apabila bank-bank lain turut serta menurunkan suku bunga dengan jumlah persentase yang besar, maka kemungkinan OCBC NISP akan ikut pula memangkas bunga KPR.

“Hingga saat ini, bank-bank hanya mampu menurunkan bunga 20 bps hingga 25 bps, hal tersebut tidaklah berbeda jauh dengan rerata bunga KPR sebesar 10,5 persen,” ucap Dwiwadi kepada wartawan.
Sumber : tribun news

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita