298 Sabtu, 30 Agustus 2014 | 11:46:07

KPR Setinggi Langit

KPR Setinggi Langitmoonshineink

Bunga KPR saat ini sedang mengalami tren kenaikkan dari industri perbankan, khususnya untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Bunga KPR Indonesia rata-rata saat ini adalah 12,5 persen. Bahkan ada yang bisa mencapai 13 persen.

Saat ini Bank Indonesia masih menahan suku bunga di level 7,5 persen. Sedangkan suku bunga KPR saat ini jauh diatas suku bunga BI yaitu berada di rentang 9-12 persen perbulan. Suku bunga KPR terendah adalah KPR jenis subsidi program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), yakni sebesar 7,5 persen.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, ancaman inflasi di Indonesia masih tinggi. Oleh sebab itu, pihak Bank belum akan menurunkan bunga KPR dalam waktu dekat karena masih tingginya ancaman inflasi.

Dengan tingginya bunga KPR itu menyebabkan masyarakat ogah untuk menggunakan KPR. Akibatnya penyaluran pembiayaan properti berkurang juga dan berimbas juga terhadap perlambatan bisnis properti.

Beberapa bank telah menaikkan suku bunga KPRnya. Bank BTN periode Juli-Agustus menjadi sekitar 11,5 persen. CIMB Niaga memiliki floating rate KPR sbesar 12,75 persen. BII memiliki suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR sebesar 11,75 persen.

Strategi Bank
Dwidadi Sugito, Secured Loan Division Head Bank OCBC NISP mengatakan pembiayaan perumahan di sepanjang tahun ini terkoreksi karena pertumbuhan pasar properti yang stagnan. Pencapaian KPR dan KPA (Apartemen) pada semester pertama 2014 jauh dari target. Baru tercapai Rp 1,2 triliun dari target Rp 2- 2,5 triliun.

Untuk itu, strategi yang dilakukan oleh pihaknya akan bekerjasama dengan broker properti. NISP melakukan kerjasama khusus dengan agen properti Ray White. Tujuannya agar bisa menggelontorkan transaksi KPR lebih banyak lagi kata Dwidadi Sugito di Jakarta, jumat (29/08).

Beda lagi dengan yang dilakukan pihak Bank BCA. Direktur Utama BCA, Jahja Setiaamadja mengatakan justru akan menurunkan suku bunga KPR-nya. Ini adalah strategi dari pihaknya agar dapat meningkatkan kinerja sektor KPR BCA. Jahja akan menurunkan rate KPR sebesar 0,25 - 0,5 persen. hal ini dikatakannya kemarin di IBEX Jakarta, jumat (29/08)

Sumber : Liputan6, inilah, Medan Bisnis, merdeka

 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita