341 Rabu, 16 Juli 2014 | 14:46:20

KPR Pekerja Informal Dapat Tangani Defisit Kebutuhan Rumah

KPR Pekerja Informal Dapat Tangani Defisit Kebutuhan Rumahtipsproperti

Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki kebutuhan rumah yang masih sangat tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan rumah baru mencapai 800 ribu per tahun, sedangkan pasokannya hanya sekitar 100 ribu. Hingga sekarang, defisit kebutuhan rumah atau yang biasa disebut backlog mencapai 15 juta unit.

Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI), Moerod berpendapat bahwa salah satu cara untuk mengatasi backlog perumahan ialah dengan memberikan kredit kepemilikan rumah atau KPR kepada pekerja informal. “Selama ini KPR hanya untuk pekerja formal yang memiliki gaji, padahal pekerja sektor informal itu sangat besar dan dianggap tidak bankable,” ungkapnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (14/7/2014).

Pekerja informal contohnya petani, nelayan, pedagang, hingga supir angkutan kota memiliki kemampuan untuk mencicil. Meskipun yang mereka miliki adalah pendapatan harian, bukan bulanan, pemerintah bisa mengambil peran dengan menjamin dan membentuk lembaga untuk menampung dana dari kalangan pekerja informal tersebut. Untuk mereka, mungkin akan berat bila diminta Rp 500 ribu per bulan, tetapi jika membayar Rp 10-20 ribu per hari, mereka mampu.

“Untuk memudahkan, penarikan KPR dilakukan kolektif di sebuah perumahan khusus, karena itu perlu kantor perwakilan di perumahan tersebut untuk menerima KPR harian,” tambahnya.

Sistem ini sudah mulai dilakukan di Palembang. Pemkot setempat membuat lembaga untuk menjamin para pekerja informal yang mengambil KPR.  Selain itu Pemkot Palembang juga  membebaskan biaya perizinan rumah sederhana. “Developer yang mau membangun rumah sederhana tinggal mengajukan site plane, Pemkot akan mengeluarkan  IMB tanpa biaya perizinan,” ujarnya.

 

 

 

Sumber: housing estate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita