221 Jum'at, 04 Juli 2014 | 09:30:48

BTN siap transformasi fokus Perumahan dan infrastruktur

BTN siap transformasi fokus Perumahan dan infrastruktur

PT Bank Tabungan Negar Tbk (BTN) menyatakan siap untuk menjadi bank fokus terhadap pembiayaan dan perkreditan perumahan. Entah itu subsidi ataupun non-subsidi. Setelah sebelumnya diragukan struktur permodalannya jika FLPP dicabut.

Direktur BTN, Maryono mengatakan bahwa BTN siap untuk bertransformasi, dan mengakui bahwa haruslah ada sebuah bank yang fokus terhadap perumahan dan infrastruktur (03/07).

Maryono melanjutkan lagi bahwa dalam jangka panjang rumah infrastruktur harus diselesaikan, rumah juga dibiayai. Oleh karena itu, bank BTN berbeda dengan bank lain, sebab memang termasuk bank fokus.

BTN akan melakukan transformasi dengan pengembangan aset. BTN juga akan melakukan transformasi dengan cara masuk ke KPR nonsubsidi. Tidak hanya perorangan saja, tetapi juga masuk ke korporasi.

Misalkan sebuah perusahaan ingin membangun rumah karyawan, maka Bank BTN akan menawarkan layanan mereka, demikian juga Pemda yang ini membangun kota baru. Hal tersebut bisa menjadi percepatan.

"Dengan melihat potensi kebuthan rumah yang setiap tahun naik 400 ribu, kita perlu ada suatu bank khusus atau fokus. Bangkok, China, Australia dia bisa memenuhi bagaimana kebutuhan rumah itu bisa terpenuhi dan tertata dengan baik karena ada bank khusus. Sedangkan Indonesia kalau kita serahkan ke bank umum, ini akan sulit" Jelas Maryono.

"Kita akan mentransformasi bagaimana BTN menjadi industri rumah/pabrik rumah. Ini perlu suatu hal adanya keinginan bahwa kita care terhadap perumahan rakyat." terangnya. Bahkan kedua kandidat Capres memiliki rencana untuk membangun bank Fokus, maka BTN akan bisa menjadi salah satunya.

 

Sumber : Sindonews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita