251 Rabu, 25 Juni 2014 | 11:49:10

BTN diharapkan Konsolidasi dengan Bank Mandiri

BTN diharapkan Konsolidasi dengan Bank Mandiri

Guna mengatasi Backlog rumah atau kekurangan perumahan yang sudah mencapai 15 juta unit, Aliansi Profesional Muda Pasar Modal Indonesia (APMPMI) menyarankan agar Bank Tabungan Negara (BTN) seharusnya direvitalisasi menjadi bank khusus 100 persen pembiayaan rumah bersubsidi.

Reagy Sukmana, Anggota APMPMI mengatakan bahwa hal ini diakibatkan karena penyimpangan fokus bisnis Bank BTN yang semula didirikan untuk pembiayaan KPR bersubsidi.

Hal ini berdasarkan dari laporan keuangan BTN bahwa porsi KPR bersubsidi menurun sedangkan KPR non subsidi malah meingkat. yang semula Kpr subsidi 60 persen menjadi tinggal 43,07 persen dan sebaliknya.

Menurut APMPMI sebaiknya BTN dialihkan dan menjadi anak usaha Bank mandir. Dengan demikian maka BTN bisa fokus untuk pembiayaan KPR bersubsidi, sedangkan untuk pembiayaan KPR non subsidi bisa dilayani oleh Bank Mandiri sendiri.

Saat ini Indonesia membutuhkan bank yang kuat untuk membiayai KPR bersubsidi, dan Bank Mandiri bisa memiliki kapasitas tersebut, sehingga dengan menjadi anak usaha Mandiri, BTN dapat jadi Bank yang 100 persen untuk menangani KPR bersubsidi. Sedangkan Perumnas menjadi BUMN yang khusus membangun rumahnya untuk masyarakat kecil.

Sementara itu, dari akademisi, Kodrat Wibowo seorang dosen Ekonomi Unpad memiliki pandangan yang serupa, dimana ia mempertanyakan KPR non-subsidi BTN yang malah membesar dan kurangnya niat dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan perumahan rakyat.

Kodrat mengatakan bahwa tidak mungkinlah BTN untuk secara penuh membiayai KPR bersubsidi, tetapi peran BTN sebagai pembiayaan rumah bersubsidi bisa dilakukan dengan konsolidasi bersama bank Mandiri.

Sumber : Skalanews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita