195 Jum'at, 06 Juni 2014 | 15:12:18

Permintaan KPR turun

Permintaan KPR turun

Dampak kebijakan Bank Indonesia Loan To Value (LTV)  ternyata menurunkan pembelian rumah dengan cara Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Hal ini dirasakan oleh Ciputra Grup seperti PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) dan PT Ciputra Development TBk (CTRA).

PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) mengatakan bahwa penurunan pembayaran dengan cara KPR adalah sebanyak 3,92% dari 2012 sampai 2013. Demikian juga CTRA, penurunan pembelian melalui KPR dari 2013 sampai April 2014 mengalami penurunan penjualan melalui KPR.

Hal ini disebabkan oleh kebijakan pembatasan Loan to Value sampai batas agunan sebesar 70%. Artinya konsumen harus mengeluarkan pembayaran Uang muka sampai sebesar 30%.

Direktur CTRA, Tulus Santoso mengatakan bahwa kebijakan LTV ini dampaknya dirasakan juga oleh industri lain. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa likuiditas perbankan dari Loan to Deposit Rationya sudah tinggi, sehinnga membatasi pembiayaan untuk properti.

Namun Tulus tetap optimis bahwa kondisi ini hanya kondisi sesaat saja, bukan faktor fundamental baik itu dari industri properti ataupun perusahannya.

Sedangkan direktur CTRS, Nanik J Santoso memiliki siasat untuk mengatasi tingginya syarat uang muka itu. "Akhirnya kita pakai cara bahwa Uang Muka bisa dicicil apakah itu tiga bulan, enam bulan, bahkan bisa lebih tergantung kondisinya." Ungkapnya.

Selain itu juga, paket kebijakan itu katanya menghilangkan pendapatan sekitar 10-15% yang berasal dari pembeli potensial ke dua dan ketiga. Sebab mereka tidak bisa beli rumah karena pembelian di kelas ini tidak boleh inden, dan rumahnya harus jadi. Padahal cara penjualan developer umumnya adalah inden.

 

Sumber : Jambiekspres

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita