266 Kamis, 20 Februari 2014 | 12:50:07

71,99% Konsumen Beli Rumah dengan Fasilitas KPR

71,99% Konsumen Beli Rumah dengan Fasilitas KPR

Survei Harga Properti Residensial yang dilakukan Bank Indonesia selama kuartal IV-2013 memperlihatkan fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah) tetap menjadi pilihan utama konsumen dalam membeli rumah properti. Survei yang dilakukan di 14 kota besar di Indonesia tersebut mengindikasikan 71,99% konsumen masih memilih KPR dalam membeli rumah, terutama tipe kecil.

Tingkat bunga KPR yang diberikan oleh pihak perbankan—khususnya kelompok bank persero—berkisar antara 9%-12%. Kuartal terakhir 2013 juga memperlihatkan perlambatan pertumbuhan penjualan properti residensial. Hal ini terlihat dari turunnya angka penyaluran KPR dan KPA perbankan di sektor properti.

Total penyaluran KPR tercatat Rp280,52 triliun atau tumbuh sebesar 2,21% (q-o-q), namun angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang mencapai 5,61% dan total kredit perbankan sebesar 8,16% (q-o-q).

KPR FLPP Cuma 6,73%
Dari total KPR yang dikucurkan oleh bank dari Januari hingga Desember 2013, sebanyak 6,73% memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah dan selebihnya (93,27%) melalui KPR komersial (non FLPP).

Namun demikian, jika dibandingkan dengan target pencairan, KPR bersubsidi FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengalami percepatan pemanfaatan selama Triwulan IV-2013. Pencairan FLPP sampai akhir tahun 2013 tercatat sebesar 81,70% dari Rp7,34 triliun total dana yang ditargetkan selama tahun 2013 dan sisa dana yang belum terserap di 2012.

Dengan demikian, terdapat 18,30% dana yang belum dimanfaatkan oleh MBR. Dana tersebut dinilai cukup untuk membiayai 350 ribu unit rumah.

Anto Erawan
Sumber : Rumah

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita