194 Selasa, 18 Februari 2014 | 09:14:50

'BTN Kuasai 98% KPR Menengah ke Bawah'

'BTN Kuasai 98% KPR Menengah ke Bawah'

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) saat ini tercatat menguasai hampir 98 persen KPR bagi masyarakat menengah ke bawah. Hingga saat ini, belum ada satupun bank yang sanggup untuk mengelola dan menyalurkan kredit yang begitu besar untuk masyarakat bawah di Indonesia. Kesiapan BTN dalam mengelola kredit konstruksi bagi pengembang ini membuat BTN menjadi satu-satunya bank perumahan nasional yang sudah teruji kiprahnya di Indonesia. Namun, meski berkarir cemerlang belakangan ini berhembus kabar kalau Bank BTN akan diakuisisi oleh beberapa Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Anggota Indonesia Property Watch (IPW), seklaigus pengamat properti Ali Tranghanda menyebut kalau jika terjadi pengambil alihan Bank BTN oleh Bank lain seperti yang pernah sempat diisukan juga beberapa tahun lalu,dikhawatirkan fokus usaha akan berubah sehingga pasar perumahan menengah bawah akan terganggu.

"BTN saat ini merupakan bank perumahan. Posisi BTN yang sentral di pasar perumahan menengah bawah menjadi incaran bank lain," ucapnya seperti dilansir dari laman IPW, Senin (17/2/2014).

Selain itu Ali menyayangkan kalau akuisisi ini tidak disertai dengan rencana untuk kemajuan pasar perumahan,melainkan hanya sebatas nilai keuntungan akuisisi dan permainan pasar modal.

"Sebaiknya pemerintah segera mengambil langkah-langkah cepat untuk dapat menyelamatkan Bank BTN sebagai bank perumahan nasional. Tidak ada yang bisa menjamin tersedianya bank yang khusus untuk perumahan ketika BTN diakuisisi oleh bank lain. Buktinya sudah terlihat melalui penyaluran program subsidi FLPP dimana dari semua bank pelaksana, BTN tetap memiliki kontribusi penyaluran 98 persen, meskipun semua bank pelaksana diberikan kuota dana yang sama," tutupnya. (wdi)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita