176 Selasa, 11 Februari 2014 | 09:52:22

Bank BTN Diakuisisi, Siapa Tangani Pembiayaan Rumah Murah?

Bank BTN Diakuisisi, Siapa Tangani Pembiayaan Rumah Murah?

Belakangan, muncul isu bahwa Bank Mandiri atau Bank BRI akan mengakuisisi Bank BTN. Hal ini praktis memunculkan kekhawatiran hilangnya sebuah lembaga perbankan yang fokus menangani pembiayan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menanggapi isu tersebut, Direktur Utama Bank BTN, Maryono menuturkan, pihaknya belum ditemui oleh pihak-pihak yang diisukan akan mengakuisisi.

"(Pihak Bank Mandiri atau Bank BRI) Belum ada yang menemui saya," kata Maryono usai paparan kinerja Bank BTN kuartal IV-2013 di Jakarta, Senin(10/2).

Situasi salah satu bank pelat merah itu saat ini memang sedang di ujung tanduk. Sebagai satu-satunya bank yang memiliki pangsa pasar hampir 90% dalam kredit perumahan rakyat (KPR), Bank BTN mempunyai lini bisnis strategis. Bank BTN menguasasi sistem, teknologi, sumber daya manusia yang kompeten dalam hal ini.

Di tengah keunggulan itu, saat ini Bank BTN hanya dinahkodai oleh tiga direksi, menyusul tidak lolosnya calon-calon yang diajukan untuk fit and proper test di DPR. Selain itu di pasar keuangan juga muncul berbagai isu yang mengisyaratkan bahwa Bank BTN butuh suntikan dana segar.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sebagai perusahaan milik negara, Bank BTN harus menyetujui langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam rangka program penyatuan bank di Tanah Air sebagai langkah antisipasi masuknya perbankan asing saat berlakunya masyarakat ekonomi ASEAN 2015 mendatang.

"Tapi kami masih punya hak untuk mengingatkan, siapkah pemerintah mengambil alih pekerjaan Bank BTN di sektor perumahan nantinya, jika Bank BTN jadi diakuisisi?" ujarnya.

Im Suryani
Sumber : Rumah

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita