175 Senin, 23 Desember 2013 | 14:42:02

Indonesia Butuh Rp2.600 Triliun Bangun Kekurangan Perumahan

Indonesia Butuh Rp2.600 Triliun Bangun Kekurangan Perumahan

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memperkirakan kebutuhan akan perumahan di Tanah Air meningkat hingga 400.000 unit setiap tahunnya. Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, dengan kebutuhan perumahan yang terus meningkat akan menggangu kondisi yang saat ini masih kekurangan rumah (backlog) sebesar 15 juta unit.

"Kondisi ini perlu perlu diselesaikan. Masalah 15 juta nyata setiap tahun bahkan bertambah 400.000 setiap tahun," ucap Maryono di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (23/12/2013).

"Itu tergantung pemerintah dan masyrakat. Kalau diserahkan pemerintah tidak akan tercapai 400.000 unit itu akan nambah terus, kalau itu enggak bisa diselesaikan," tambahnya.

Pasalnya menurut Maryono, hingga saat ini Indonesia masih kekurangan rumah hingga 15 juta unit atau apabila dikonversi untuk membiayai rumah kategori subsidi ini setidaknya diperlukan pendanaan hingga sekira Rp2.600 trilun.

"Masih tingginya backlog perumahan subsidi karena masih mahalnya lahan untuk pemukiman. Seharusnya sudah ada policy," ucapnya.

Menurut Maryono, pada 2013 BTN telah menyalurkan kredit untuk KPR subsidi dan non subsidi hampir Rp100 triliun. Dari penyaluran itu, alokasi KPR subsidi mencapai 45 persen

"Target kredit Rp100 triliun untuk pencapaian kreditnya itu 2013. Dan di 2014 diperkirakan akan tumbuh 18 persen," pungkasnya. (nia)

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita