205 Jum'at, 08 November 2013 | 10:54:16

Apersi Kritisi Anggaran FLPP

Apersi Kritisi Anggaran FLPP

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyayangkan anjloknya anggaran kredit pemilikan rumah (KPR) berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tahun 2014. Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menyebutkan, anggaran FLPP 2014 anjlok sekitar 56% pada 2014 menjadi Rp 3 triliun. Tahun ini, anggaran FLPP mencapai Rp 6,9 triliun. “Kalau anggaran untuk rumah subsidi hanya Rp 3 triliun untuk tahun depan, tentu sangat disayangkan karena kebutuhan akan rumah subsidi untuk MBR ini masih sangat tinggi,” kata Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo, kepada Investor Daily, di Jakarta, Rabu (6/11).

Dia menilai, pemerintah pusat kurang peduli terhadap sektor perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Apalagi saat ini, lanjutnya, daya beli masyarakat terus menurun akibat kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan kenaikkan tarif tarif tenaga listrik (TTL). “Seharusya pemerintah menaikkan subsidi, bukan justru mengurangi subsidi,” kata dia.

Eddy berharap, pemerintah bisa melakukan terobosan dengan menyiapkan anggaran tambahan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP). Bagi dia, dengan adanya subsidi bagi MBR, masyarakat kecil bisa mendapat rumah yang layak huni. “Mudah-mudahan ada tambahan anggaran,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita