212 Jum'at, 29 Januari 2016 | 13:11:09

Dolar AS Menguat Tokoh Real Estate Australia Untung

Dolar AS Menguat Tokoh Real Estate Australia Untungradioaustralia

Menguatnya Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap beberapa mata uang di belahan dunia, diberbagai negara yang menjadi imbas dari kenaikkan itu sempat goyang perekonomiannya. Namun, tidak pada negara yang satu ini yakni Australia dimana merupakan salah satu negara yang mata uangnya terkena dampak dari menguatnya dolar AS. Para tokoh ataupun konglomerat real estat Australia justru mendapatkan keuntungan dari menguatnya dolar AS terhadap dolar Australia.

Didapat dari laman Forbes, Jumat (29/1/2016), melemahnya dolar Australia terhadap dolar AS justru mendatangkan keuntungan dimana dengan melemahnya dolar secara tidak langsung sudah berhasil menarik para pembeli lepas pantai serta menunjukkan ketertarikannya para investor untuk membeli properti berupa  pusat perbelanjaan, gedung perkantoran ataupun perkembangan perumahan.

Disamping itu, tercatat juga sebagai rekor suku bunga di Australia saat ini sedang rendah dan berlanjutnya imigrasi juga membantu menopang nasib properti di Australia.

Menurut Tony Crabb, Kepala Savills Australia dalam penelitiannya bahwa dengan tarif rendah maka telah mendorong menghasilkan hasil (yields) yang lebih rendah ke  nilai-nilai modal yang lebih tinggi.
Harga perumahan real estat di negara Australia berdasakan penelitian dari CoreLogic mengalami peningkatan sebesar 8,7 persen., serta  pertumbuhan di Sydney sebesar 12,8 persen serta  Melbourne sebesar 11,8 persen..

Lang Walker adalah seorang pengusaha properti yang kekayaannya mengalami penurunan hingga USD160 juta hal ini disebabkan nilai  kurs. Pengusaha properti ini diperkirakan akan menjadi salah satu pemenang terbesar dari pelemahan dolar Australia ini. Pengembang ini berhasil menjual proyek Collins Square sebesar USD1,8 miliar yang berlokasi di daerah komersial Melbourne, Docklands, beliau berharap akan selesai pada pertengahan 2016 ini.

Pengusaha properti Maurice Alter's memperluas Pacific Werribee sebagai pusat perbelanjaan yang tumbuh di pinggiran barat Melbourne. Beliau sudah berhasil dan berusaha untuk menemukan penyewa baru juga membuat nilai pusat perbelanjaannya tersebut menjadi naik.

Sumber kekayaan dari Paul Little yang telah berubah dari logistik menjadi property. Perusahaan properti miliknya itu bernama Little Holdings. Penjualan yang dilakukannya berupa saham Toll Holdings miliknya ke Japan Post senilai USD5,1 miliar, sebuah megamerger yang menambah USD270 juta ke kasnya, yang digunakan untuk membangun apartemen di Melbourne.

Con Makris adalah pria yang berasal dari Yunani,  juga merupakan salah satu tokoh real estate yang menerima  keuntungan besar akibat dari melemahnya dolar Australia terhadap dolar AS. Con Makris diprediksi berhasil meraup keuntungan dari pusat perbelanjaan di Melbourne dan Gold Coast dimana hal ini merupakan bukti dari antusiasme baru dari investor asing.

Ketertarikan dari pengembang Asia didalam  menempatkan selangkah lebih cepat di bawah pengembang asal Sydney bernama Harry Triguboff. Kekayaannya melonjak hingga 23 persen yakni menjadi USD6,9 miliar. Properti miliknya yang berjumlah 10.000 unit dan telah berhasil menarik pengembang China dan Singapura. Para pengembang asal China dan Singapura membeli sekitar 40 persen dari properti komersial yang dijual di Australia pada tahun 2015 yang lalu sedangkan investor institusi dan kepercayaan berjumlah 40 persen dari pembeli.

Sumber: Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita