188 Rabu, 30 September 2015 | 18:52:13

Gigaproyek Afrika Capai Rp 4.792 triliun

Gigaproyek Afrika Capai Rp 4.792 triliunTech Central

Dunia dibuat terpana dengan apa yang di hasilkan oleh negara Afrika, dimana negara yang satu ini telah merampungkan proyek perluasan Terusan Suez terlebih dulu sebelum waktu yang di tetapkan habis.

Proyek yang awalnya dijadwalkan selesai dalam tiga tahun, namun pada kenyataannya telah selesai terlebih dahulu dalam satu tahun.

Dengan mengerahkan tiga perempat kapal keruk di dunia serta 41.000 tenaga pekerja, dan beroperasi tak kenal waktu untuk dapat memindahkan kurang lebihnya setengah triliun meter kubik bumi pada bulan Juni 2015, atau sekitar  200 piramida besar. Kanal yang menjadi proyek dari negara Afrika ini diprediksi akan meningkatkan proyek kontruksi Afrika sebesar 13 miliar dollar atau satara dengan Rp 191 triliun setiap tahun pada 2023.

Selain proyek perluasan Terusan Suez tersebut, masih ada beberapa proyek pembangunan besar di seluruh Afrika. Dikutip dari laporan Deloitte, pihaknya memprediksikan bahwa pada 2014, total nilai proyek konstruksi utama yang berada di lokasi Benua Hitam itu mencapai lebih dari 326 miliar dollar atau di angka Rp 4.792 triliun. Angka ini membengkak 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebut saja sebagai gigaproyek karena proyek ini meliputi energi listrik, transportasi, pertambangan, air, minyak dan gas, properti, perawatan kesehatan, manufaktur dan teknologi, media dan telekomunikasi, untuk menyelesaikan gigaproyek Afrika harus menyiapkan dana sebesar 1,27 miliar dollar AS, dimana sebelumnya 689 juta dollar atau Rp 10,1 triliun. Faktor yang menjadi pendorong utama bagi sektor ekonomi Afrika ini diprediksi akan tumbuh dan meningkat di angka 5,7 persen pada tahun 2015.

Dalam proyek ini, energi masih tetap menjadi pemain besar, tapi kami telah melirik dan memperhatikan pada sektor transportasi serta keterkaitannya apakah lebih," ucap Jean-Pierre Labuschagne, selaku Associate Director of Public-Private Partnerships Deloitte Afrika Selatan.

Dibawah adalah beberapa daftar megaproyek di Afrika yang tengah berjalan.

1. Menara Al Noor di Maroko

Untuk proyek menara tersebut saat ini masih dalam tahap permulaan untuk pembangunannya, menara ini nantinya akan menjadi bangunan tertinggi di Afrika. Proyek yang mempunyai kisaran nilai 1 miliar dollar AS atau Rp 14,7 triliun ini dibiayai oleh Middle East Development LLC dan dengan desainnya yang dibuat oelh seorang arsitek asal perancis Valode Pistre. Kedepannya, gedung ini akan dibuat sebanyak 114 lantai untuk kantor, apartemen, hotel bintang tujuh, galeri seni, dan pusat berbelanja termewah dan paling nyentrik di dunia.

2. Pengembangan Modderfontein, Afrika Selatan

Untuk gigaproyek kedua Afrika adalah pengembangang sebuah kawasan yaitu Modderfontein, dimana kelompok Zendai sanggup menginvestasikan dana mereka sebesar 6,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 95,5 triliun untuk pengembangan ini. Batas waktu untuk pengerjaan dari proyek tersebut kurang lebih 15-20 tahun.

Untuk pembangunan Modderfontein sendiri meliputi pembangunan kompleks komersial, industri, dan perumahan, serta pusat kebudayaan dan hiburan. Proyek ini diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi 200.000 pekerjaan dan memenuhi kebutuhan 100.000 penduduk.

3. Minyak Mauritania

Proyek selanjutnya adalah Mauritania, dimana merupakan perusahaan minyak yang berusaha memanfaatkan cadangan minyak lepas pantai.  Negara India dengan akses melalui Mangalore Refinery & Petrokimia Ltd. diatur untuk melakukan penelitian ke sebagian wilayah dengan nilai proyek mencapai nominal 2 miliar dollar AS atau kisaran di Rp 29,4 triliun.

Sungguh besar proyek yang sedang di kerjakan oleh Afrika, dan ini membuktikan benar jika Afrika menjadi salah satu negara yang menembus pangsa pasar tertinggi di proyek kontruksi Afrika.

 

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita